Tim Hunter Sabhara Sapu Bersih Penjual Miras

7

BP/IST
Tim Hunter Sat Sabhara Polrestabes Palembang terus menggelar operasi cipta kondisi selama 24 jam. Operasi secara nonstop ini, dilakukan guna menekan angka kejahatan jalanan, seperti curat, curas dan curanmor.

Palembang, BP

Tim Hunter Sat Sabhara Polrestabes Palembang terus menggelar operasi cipta kondisi selama 24 jam. Operasi secara nonstop ini, dilakukan guna menekan angka kejahatan jalanan, seperti curat, curas dan curanmor.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, melalui Kasat Sabhara, Kompol Sutrisno, mengatakan, salah satu fokus utama Tim Hunter dalam operasi, ialah merazia peredaran minuman keras yang menjadi salah satu pemicu terjadinya kejahatan.
” Miras ini jadi salah satu perhatian kita karena banyak kejahatan akibat pelakunya mengonsumsi miras,” katanya, Kamis (23/1).
Alhasil, saat menemukan penjual miras, petugas langsung menindak tegas dengan menyitanya dan langsung memusnahkan. Seperti yang dilakukan Tim Hunter saat menggelar operasi cipta kondisi di Jalan Soekarno-Hatta belum lama ini.
Petugas memusnahkan satu ember minuman tuak seberat 30 liter. Pemusnahan ini disaksikan langsung penjualnya. “Jadi target kita, seperti minuman keras ini harus kita sapu bersih betul, untuk mencegah salah satu faktor terjadinya tindak kejahatan,” katanya.
Seperti kemarin Team Hunter Polrestabes Palembang sambangi sejumlah warung yang menjual minuman keras di Simpang BLK, Sako Rabu ( 22/1) Siang.
“Kita tahu, minuman keras ini merupakan sumber dari pelaku berbuat tindak pidana. Oleh karena itu, kita tertibkan sesuai dengan Perda Kota Palembang. Mari kita bersama menjaga Palembang tetap aman dan kondusif,” terang Kapolrestabes Palembang, AKBP Anom Setyadji melalui Kasat Sabhara, Kompol Sutrisno,
Dalam rangka cipta kondisi, Team Hunter Polrestabes Palembang, akan terus mobile kota Palembang.
“Masyarakat tidak perlu khawatir untuk memberikan informasi kepada kami, anggota kami pasti akan menindaklanjutinya. Kini sasaran kami parkir liar, minuman keras, kost-kostan dan panti pijat yang diduga digunakan tempat mesum,” katanya.#osk