Home / Headline / Terima DID Rp7 Miliar, Sekolah Filial Palembang Banyak Terobosan Baru

Terima DID Rp7 Miliar, Sekolah Filial Palembang Banyak Terobosan Baru

Kadisdik Kota Palembang H Ahmad Zulinto saat membuka Fokus Grup Diskusi bersama perwakilan Polda Sumsel, BNN dan Kemenag di Aula Disdik Palembang.

Palembang, BP–Sebagai salah satu percontohan nasional, sekolah filial yang dibina oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang tahun ini akan mendapat Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp7,8 miliar dari Pemerintah Pusat.

Pasalnya, program ini menjadi program yang sangat bermanfaat bagi mereka yang tak mengenyam pendidikan. Apalagi di sekolah filial Palembang tak hanya membina anak-anak yang tersandung pidana tapi saat ini telah membina siswa filial dari anak jalanan dan anak putus sekolah.

“Tahun ini kita mendapat DID sebesar Rp7,9 miliar dari Pemerintah Pusat dan ini akan digunakan untuk pengembangan sekolah filial,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang H Ahmad Zulinto usai membuka Fokus Grup Diskusi di Aula Disdik Palembang, Kamis (23/1).

Turut hadir perwakilan Polda Sumsel, Kemenag Sumsel dan juga BNN Sumsel serta guru dan siswa filial yang dibina oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Menurut Zulinto, selama ini sekolah filial dibawah pembinaan Dinas Pendidikan Kota Palembang hanya menerima dana dari Dinas Pendidikan dan beberapa perusahaan melalui dana CSR nya. Dan dengan adanya DID dari Pemerintah Pusat dapat memaksimalkan program pengembangan sekolah filial ini.

“Untuk itu tahun ini kita akan mengembangkan pendidikan vokasi di sekolah filial mulai dari pembangunan salon, praktek mesin bisa motor atau mobil, menjahit dan praktek IT dengan segala kelengkapannya,” terang Zulinto.

Dan yang tak kalah penting adalah siswa sekolah filial ini memiliki jiwa dan potensi wirausaha dan mencari uang. Pasalnya, banyak anak putus sekolah dan anak jalanan tak sekolah karena memang mengesampingkan sekolah dan fokua mencari uang.

Oleh karena itu pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang telah mendapat formula khusus agar mereka sekolah filial tetap sekolah dan tetap menghasilkan uang. Baik melalui program vokasi menjahit, salon, IT dan lainnya.

“Jadi anak-anak ini kan sekolahnya tiga hari belajar tiga hari kosong. Makanya tiga hari kosong ini akan kita gunakan ke vokasi dan kita sediakan bentor. Gunanya adalah mereka mengangkut sampah-sampah di sekolah dan mereka akan kita gaji sehingga mereka bisa menghasilkan uang. Kita juga sudah kerjasama dengan pihak DLHK,” jelasnya.

Saat ini sendiri menurutnya ada 239 siswa filial dari jenjang SD, SMP dan SMA yang dibawah pembinaan Dinas Pendidikan Kota Palembang. Filial jenjang SD dipusatkan di SDN 238, filial SMP di SMPN 12 dan filial SMA di SMAN 11 Palembang.

Sementara itu dikatakan oleh AKBP Imam Anshori dari Direktorat Binmas Polda Sumsel mengapresiasi dengan program sekolah filial bagi abak jalanan dan anak putus sekolah.

“Melalui fokus grup diakusi ini kita sampaikan bahwa pendidikan lebih penting untuk masa depan. Mereka yang selama ini menjadi anak jalanan kita berikan pembinaan sadar hukum,” pungkasnya. #sug

x

Jangan Lewatkan

Tokoh Sumsel Disematkan Brevet Wing Terbang Layang

Palembang, BP Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang Kolonel Pnb Firman Wirayuda S.T, M.Soc.Sc menyematkan Brevet Wing Terbang Layang ...