Ultimate magazine theme for WordPress.

DPRD Sumsel Minta Tenaga Honor Tetap Diadakan

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP

Penghapusan tenaga honorer oleh Kementrian PAN-RB dan Badan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk instansi pemerintah pusat dan daerah, mendapat kritik dari Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel).
“ Penghapusan tenaga honorer tersebut apakah sudah ada keputusan presidennya, atau belum, kita masih nunggu, karena bagaimanapun juga saya secara pribadi honorer tidak serta merta di hapuskan, karena dengan kita memberikan kesempatan honorer itu memberikan lapangan perkerjaan,” kata Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, usai rapat paripurna DPRD Sumsel, Kamis (23/1).
Jika lapangan kerja tenaga honorer dihapuskan menurut politisi partai Golkar ini menilai kemana mereka akan berkerja.
“Ini perlu kajian, dan betul-betul diteliti dari berbagai sudut fungsi. Jangan sampai hanya satu sisi, mungkin karena efisiensi anggaran tapi sosiologi yang tidak dipertimbangkan ,” katanya,
Dia menilai, banyak hal yang perlu dipertimbangkan terkait kebijakan keberadaan honorer. Termasuk aspek sosialnya, tapi sosiologis fisiologis yang tidak dipertimbangkan.
“Kalau kami yang jelas ingin bahwa honorer itu tetap diadakan, hanya memang perlu adanya verifikasi yang sesuai dengan kemampuan honorer. Jangan sampai karena kedekatan, yang tidak punya kapabilitas dihonorkan, Nah itu yang perlu kita hapuskan. Tapi kalau memang dia mempunyai kualitas sebagai pekerja, kenapa tidak,” katanya.
Sedangkan Gubernur Sumsel, Herman Deru. Bahkan, dirinya sudah meminta Sekretaris Daerah untuk mempertanyakan langsung kepada Kementrian PAN-RB, terkait kebijakan ini.
“Saya akan instruksikan Sekda untuk ke Jakarta dulu, karena yang dimaksud penghapusan itu seperti apa, dan honorer yang bagaimana sebenarnya tidak boleh, kalau semua honor saya pikir tidaklah,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...