Ultimate magazine theme for WordPress.

Berkas P21, Kasus Perkara Pembunuhan Aprianita Dilimpahkan Ke Jaksa

BP/IST
Tersangka Yudi

Palembang, BP

Berkas kasus pembunuhan Aprianita (51) seorang ASN kementerian PU yang bertugas di balai besar jalan Jembatan V Satker Palembang di limpahkan unit 1 subdit 3 jatanras ditreskrimum Polda Sumsel ke pihak Kejati Sumsel telah P21 atau lengkap.
Selain menyerahkan berkas serta barang bukti ikut juga di serahkan 2 tersangka Yudi Tama Rediantoalias Yudi (41) dan serta Ilyas Kurniawan (26).
Keduanya di giring dari tahanan Polda Sumsel Rabu (22/1) dengan tangan terborgol dan di kawal ketat oleh anggoga Polisi dari unit 1 Jatanras Polda Sumsel , kedua tersangka hanya bisa terdiam.
Kedua tersangka dengan menggunakan baju kaos oblong menuju mobil yang telah menunggu untuk membawa mereka kejati sekitar 10 km dari Mapolda Sumsel.
“Berkas sudah lengkap atau P21 tersangka dan barang bukti akan di serahkan ke pihak kejaksaan, ” kata Kepala Tim Unit 1 Jatanras Aiptu Heri Kusuma.
Sebelumnya Otak pelaku pembunuhan ASN bernama Aprianita alias Anita (51), berhasil ditangkap polisi. Sebelumnya korban berkerja di balai besar jalan Jembatan V Satker Palembang ini ditemukan tewas dalam kondisi dicor semen di Palembang.
Pelaku bernama Yudi ini mengaku tega membunuh korban karena masalah utang. Yudi memiliki utang Rp 100 juta. “Masalah utang, saya ada utang Rp 100 juta. Utang itu bisnis jual-beli mobil, dan kendaraannya tidak ada,” ujar Yudi, Jumat (25/10/2019).
Yudi diketahui merupakan pegawai honorer di Kementerian PU Balai Besar Jalan dan Jembatan wilayah I Satker Metropolis Palembang. Yudi mengaku telah mengenal Aprianita sejak 2014 lalu setelah keduanya bertugas di tempat yang sama.
Karena pertemanan cukup lama, Yudi sempat menjalin bisnis dengan korban untuk melakukan jual beli mobil. Tepat pada 26 Agustus 2019, Yudi menawarkan kepada Aprianita untuk membeli mobil jenis Toyota Kijang Innova tahun 2016 di Jakarta.
Yudi kemudian meminta kepada Aprianita untuk menyiapkan uang sebesar Rp 145 Juta. Selanjutnya uang itu ditranfser korban ke rekening pelaku. “Saya Janjikan mobil itu, tapi ternyata mobil tersebut tidak ada lagi. Dia minta uangnya dikembalikan,” ujar Yudi saat diperiksa penyidik.
Dari total Rp145 Juta, Yudi mengaku telah mengembalikan uang korban sebesar Rp 50 juta. Namun, pada 9 Oktober 2019, Aprianita kembali menemuinya untuk meminta uang pembelian mobil tersebut sebesar Rp 35 juta.
“Saya waktu itu tidak ada uang. Bingung mau bayarnya pakai apa. Lalu paman saya bernama Aci menyarankan agar korban dibunuh saja. Akhirnya saya merencanakan membunuhnya,” katanya.
Pelaku Aci lalu meminta kepada Yudi menyiapkan uang sebesar Rp 15 juta. Uang tersebut digunakan untuk menyewa dua orang untuk membantu membunuh korban.
Setelah korban tewas, Yudi membawa jenazah Aprianita ke kawasan TPU kandang Kawat Palembang, tempat korban dikubur lalu dicor. “Saya tidak tahu korban itu dikubur bagaimana karena yang menguburnya adalah Aci,” ucap dia.
Jasad Anita dikubur di kuburan lama yang digali seadanya, kemudian dicor. Polisi menduga pelaku pembunuhan Anita mengecor lubang kuburan itu untuk menghilangkan jejak.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...