Home / Headline / Tiga Pelaku Penganiayaan Datangi Polda Sumsel

Tiga Pelaku Penganiayaan Datangi Polda Sumsel

BP/IST
Tiga pelaku penganiayaan terhadap RRZ (13) akhirnya datang ke Polda Sumsel ditemani orangtua mereka untuk dimintai keterangan, Kamis (16/1).

Palembang, BP

Tiga pelaku penganiayaan terhadap RZ (13) akhirnya datang ke Polda Sumsel ditemani orangtua mereka untuk dimintai keterangan, Kamis (16/1).
Ketiga pelaku yakni HG (13), ZT (15) dan RG (13) diperiksa penyidik tindakan pengeroyokan yang mereka lakukan terhadap RZ.
Mereka hanya bisa terdiam dihadapan penyidik, ketika ditanya mengenai kronologis bagaimana bisa melakukan pengeroyokan terhadap korban.
Menurut HG, ia ikut memukul korban setelah melihat temannya yang lain memukuli korban.
Dari situ, mereka secara bergantian memukuli korban.

Meski korban menangis dan berupaya kabur, tetap mereka pukuli.
“Awalnya karena berkelahi dengan ZT. Jadi kami ikut mengeroyok korban,” ujar HG dihadapan penyidik.
Hingga akhirnya, korban dipukuli karena merasa setia kawan.
Sebelumnya , orang tua tiga pelaku kekerasan atau bullying terhadap RZ (13). akhirnya datang memenuhi panggilan penyidik Subdit IV Renakta Polda Sumsel.
Kedatangan mereka, untuk memberikan keterangan terkait pengeroyokan yang dilakukan anak-anaknya terhadap korban RZ yang videonya viral di medsos, Rabu (15/1).
Penyidik memanggil ketiga orang tua pelaku untuk dimintai keterangan terkait keberadaan anak-anak mereka. Hingga saat ini para orangtua juga tidak mengetahui kemana keberadaan anak mereka usai video pengeroyokan tersebut viral.
HDS (13) pelaku yang merekam peristiwa kekerasan datang didampingi orangtuanya menghadap ke penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel untuk memberikan keterangan terkait video yang tersebar di media sosial.
Menurut HDS, saat itu ia hanya di suruh untuk merekam tindakan teman-temannya menyiksa korban RZ secara bergantian. Ketika diperintahkan RG dan HK untuk merekam, spontan ia mengambil HP dan merekam setiap adegan pemukulan yang dilakukan kepada korban.
“Sudah aku rekam, RG Samo HK minta kirim. Jadi aku kirim ke mereka, sedangkan video punya aku langsung aku hapus,” katanya dihadapan penyidik PPA.
Dikatakan HDS sebelum video rekaman pemukulan terhadap RZ dihapusnya, ia sempat memberitahu orangtua RZ. Saat diberitahu, orangtua RZ sempat terdiam dan tidak bilang apa-apa kepadanya.
Selang beberapa hari, tiba-tiba video yang direkamnya viral. Ia sendiri tidak mengetahui, siapa yang menyebarkan video tersebut ke media sosial.
“Setelah pemukulan RZ, aku sempat cari dio. Aku nak lihat kondisinyo, tapi tidak ketemu. Aku juga tidak tahu, ngapo kawan-kawan memukuli RZ,” katanya.
Tiga orangtua pelaku yang datang ke Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, memberikan penjelasan mengenai keseharian anak mereka kepada penyidik.
Robin (45) orangtua RG salah satu pelaku mengungkapkan, bila ia sudah melihat video penganiayaan terhadap korban dan tahu salah seorang pelaku adalah anak keduanya.
Namun, ia belum sempat menanyakan kepada anaknya secara langsung karena sang anak sudah dua hari tidak pulang ke rumah pasca video pengeroyokan tersebut viral.
“Karena ada kejadian itu, aku dan dua orangtua lainnya sudah mendatangi rumah korban. Bertemu dengan orangtua korban dan meminta maaf, tetapi belum ada kata maaf dari keluarga korban,” katanya.
Anak keduanya RG, hingga kini belum pulang ke rumah pasca video tersebut viral. Ia sudah berupaya mencari, akan tetapi belum bisa menemukan anaknya.
Begitu pula dengan temannya RG yakni HK, juga tidak pulang ke rumah. Karena ada panggilan dari polisi, ia dan dua orangtua pelaku lainnya sepakat untuk mendatangi Polda Sumsel guna memberikan keterangan.
“Kami sebagai orangtua mengaku memang anak kami salah. Kami masih berupaya, untuk menempuh jalur damai dengan keluarga korban. Tetapi memang masih belum terbuka hatinya dari keluarga korban, mau diapakan lagi,” katanya.
Robin berjanji, akan membawa anaknya ke polisi untuk dimintai keterangan. Karena, dari kepolisian juga telah memberitahukan, bila pelaku-pelaku ini tidak akan diapa-apakan.
Terkait kasus penganiayaan terhadap RZ, Polda Sumsel sudah memanggil beberapa orangtua dari para pelaku untuk dimintai keterangan.
Namun, ini hanya sebatas keterangan mengenai anak-anak mereka dan mempertanyakan keberadaan mereka. Dari pemanggilan, hanya satu orang anak yang datang dan itupun anak yang merekam kejadian penganiayaan yang dilakukan para tersangka.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi, pihaknya berharap besar kepada orangtua para pelaku agar bisa membawa anak-anak mereka ke Polda Sumsel untuk dimintai keterangan.
Selain itu, pihaknya berupaya untuk memfasilitasi kasus ini untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Karena, para pelaku yang menganiaya korban juga masih anak-anak.
“Sejauh ini, kami masih berupaya untuk bisa menyelesaikan secara kekeluargaan. Tetapi memang, dari pihak korban tetap mau menempuh jalur hukum. Bila nanti tidak bisa secara kekeluargaan, maka proses hukum akan tetap berjalan. Namun, proses hukum terhadap anak-anak akan berbeda perlakuannya,” ungkap Suryadi.
Menurutnya, pihaknya juga masih menunggu para pelaku untuk datang ke Polda Sumsel. Bila nanti para pelaku datang, bukan untuk dilakukan penahanan akan tetapi diupayakan untuk dilakukan mediasi agar kasus ini bisa selesai secara kekeluargaan.
Keluarga pelaku juga diharapkan lebih proaktif untuk mendatangi keluarga korban. Hal ini, agar bisa membuat keluarga korban bisa terbuka hatinya untuk diajak menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
“Kami masih coba, bila memang tidak bertemu kata sepakat dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, maka proses hukum yang dikedepankan,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Tangis Nenek 78 Tahun Pecah Bisa Berkurban Berkat Sedekah Kurban

Palembang, BP–Suasana haru langsung terasa dikediaman Nenek Nurhatika atau lebih dikenal Oppung, di RT 10, RW 03, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan ...