Home / Headline / Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online Dituntut Hukuman Mati

Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online Dituntut Hukuman Mati

BP/IST
Akbar Al Farizi (34), otak pelaku pembunuhan serta perampokan Sofyan (44) yang merupakan sopir taksi online dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman mati, Kamis (16/1).

Palembang, BP

Akbar Al Farizi (34), otak pelaku pembunuhan serta perampokan Sofyan (44) yang merupakan sopir taksi online dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman mati, Kamis (16/1).
Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Akbar terbukti melakukan perencanaan pembunuhan serta perampokan terhadap Sofyan pada 29 Oktober 2018 lalu, untuk mengambil mobil milik korban bersama ketiga teman lainnya, yakni Acundra (21) dan Ridwan (45) serta FR(16).
Jaksa Penuntut Umum, Purnama Sofyan mengatakan, mereka menuntut tersangka dengan Pasal 340 KUHP ayat 3 tentang perencanaan pembunuhan.
Dari hasil pemeriksaan, Akbar telah merencanakan perampokan sopir taksi online secara matang.
Bahkan, sebelum mendapatkan korban, Akbar dan tiga temannya sempat mengincar dua korban lain namun gagal.
“Perbuatan terdakwa tidak berprikemanusiaan dan melibatkan seorang anak di bawah umur. Terdakwa secara sah meyakinkan melakukan pembunuhan berencana dan melanggar pasal 340 KUHP dan dituntut hukuman pidana mati,” kata Purnama .
Menurut Purnama, dalam kasus tersebut dua terdakwa lain sudah dijatuhi vonis hukuman mati, yakni Acundra dan Ridwan. Sementara satu tersangka inisial FR divonis dengan hukuman 10 tahun penjara.
Hukuman maksimal tersebut diberikan kepada para terdakwa sebagai efek jera untuk pelaku lain yang ingin melakukan aksi serupa. Selain itu, para sopir taksi online bisa kembali bekerja secara aman.
Sementara, ketua Majelis Hakim Efrata memberikan waktu selama satu pekan kepada Akbar bersama kuasa hukumnya untuk menyampaikan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan yang diberikan oleh Jaksa.
“Sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada Kamis 13 Januari dengan agenda pembelaan,” kata Efrata.#osk

x

Jangan Lewatkan

Proyek di Tengah Hutan Karet, Gunakan Agregat Kelas C

#Pengerasan Jalan Ruas Tanjung Agung, Banyak Tanah Hitam daripada Batu Split Inderalaya, BP–Proyek pengerasan jalan di tengah hutan karet dan ...