Home / Headline / DPR RI Perkuat Hubungan dengan Parlemen Negara Pasifik

DPR RI Perkuat Hubungan dengan Parlemen Negara Pasifik

Ketua BKSAP Fadli Zon bersama sejumlah parlemen Negara Pasifik.

Canberra, BP–Delegasi DPR RI melakukan pertemuan dengan Parlemen negara Pasifik di sela-sela pertemuan Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) ke 28 di Canberra, Australia. Pertemuan yang diinisiasi DPR RI tersebut untuk memperkuat hubungan antar parlemen dengan negara tetangga.
Negara Pasifik yang menghadiri pertemuan tersebut, Tonga, Tuvalu, Nauru, Palau, Niue, Cook Islands, Kiribati, Samoa, dan Solomon Islands. Pertemuan dipimpin Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon didampingi Wakil Ketua BKSAP dari Partai Demokrat Putu Supadma Rudana. Ketua BKSAP Fadli Zon menyampaikan keinginan untuk memperkuat engagement dengan negara Pasifik. “Kita ingin memperkuat hubungan antara DPR RI dengan parlemen negara Pasifik tersebut,” kata Fadli Zon.
Fadli sekaligus menyampaikan undangan untuk hadir pada pertemuan ke-2 Indonesia Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) yang diselenggarakan 8-9 Juli 2020 di Jakarta.
Parlemen negara Pasifik menyambut baik undangan tersebut dan menghargai inisiatif Indonesia untuk penguatan kerjasama antara Indonesia dan negara Pasifik. “Diharapkan IPPP yang kedua ini bisa mengikuti kesuksesan penyelenggaraan pertama pada tahun 2018 lalu. Saat itu mayoritas negara di Pasifik hadir dan berpartisipasi aktif,” paparnya
Langkah ini kata dia, merupakan salah satu tugas DPR dalam parliamentary diplomacy.
Pada pertemuan IPPP pertama yang dihadiri 16 negara menghasilkan Chair’s Statement yang menggarisbawahi peluang dan tantangan bersama yang dihadapi Indonesia dan negara Pasifik. Di antaranya soal kemaritiman dan sampah laut, pendidikan dan peningkatan kapasitas, keterwakilan gender, serta tantangan-tantangan bersama dari sisi perubahan iklim dan IUU Fishing.
Untuk pertemuan tahun ini, negara Pasifik mengusulkan pembahasan isu terkait perubahan iklim, kesehatan, kelautan, perikanan, konservasi, dan pariwisata. Selain itu mereka tertarik untuk melakukan kunjungan ke sentra industri seperti perikanan dan kelapa serta mempelajari kemajuan pengelolaan pariwisata di Indonesia.
Menurut Fadli, upaya menggandeng negara Pasifik sangat penting. Karena lima provinsi di Indonesia ada di wilayah tersebut. Yaitu Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dan penduduk lima provinsi tersebut berjumlah sekitar 11 juta jiwa. “Nah kalau dibandingkan dengan negara negara Pasifik lain sebetulnya kita yang terbanyak, namun selama ini kita belum engagement dengan mereka secara serius, ” tuturnya.
Karena itu, lanjut Fadli, saatnya Indonesia membangun hubungan erat dengan negara tersebut. “Indonesia sebagai negara besar di kawasan ini harus menjadi leader. Kita harus ambil inisiatif bukan menunggu, ” tandasnya.#duk

x

Jangan Lewatkan

Jajaran Danrem 044 Gapo dan PWI Sumsel Gelar Olahraga Bersama  

Palembang, BP Mempererat silaturahmi PWI Sumsel dan Korem 044/Gapo mengadakan pertandingan persahabatan berlangsung di halaman Makorem 044/Gapo, Jumat (7/8) . ...