Home / Headline / Pemberi Suap Bupati Muara Enim Dituntut JPU 3 Tahun

Pemberi Suap Bupati Muara Enim Dituntut JPU 3 Tahun

BP/IST
Kasus suap proyek pengerjaan jalan di Kabupaten Muara Enim, Robi Okta Fahlevi, terduga pemberi suap kepada Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani dituntut dengan pidana penjara selama tiga tahun dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/1).

Palembang, BP

Kasus suap proyek pengerjaan jalan di Kabupaten Muara Enim, Robi Okta Fahlevi, terduga pemberi suap kepada Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani dituntut dengan pidana penjara selama tiga tahun dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/1).
Selain itu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) juga menuntut agar terdakwa dihukum pidana denda sebesar Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan setelah perbuatannya terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Dalam persidangan JPU KPK Roy Riyadi menjelaskan, terdakwa mengakui telah menyerahkan uang ke berapa nama, seperti Ahmad Yani selaku Bupati sebesar 10 persen, dan sisanya 5 persen kepada Elfin Mz Muchtar selaku PPK, Ramlan Suryadi selaku Plt Kadis PUPR Muara Enim, Ilham Sudiono selaku Ketua Pokja IV dan Aries HB selaku Ketua DPRD Muara Enim.
“Terdakwa memberikan suap dengan sadar dengan harapan terus mendapatkan proyek pengerjaan infrastruktur di Muara Enim. Melakukan rekayasa teknis lelang. Dengan mengetahui bocoran lelang sehingga perusahaan apa saja yang terafiliasi dengan terdakwa akan lolos dengan mudah untuk pengerjaan akan mulus,” katanya.
Saat ditangkap KPK, terdakwa Robi terbukti tengah membawa USD35.000 yang ditujukan kepada Bupati Muara Enim. Uang itu akan diserahkan melalui terdakwa Elfin. Kedua terdakwa Elfin dan Robi kerap bertemu dalam penyerahan fee proyek, sebagaimana terungkap dalam persidangan.
“Terdakwa sebagai Dirut PT Indo Paser Beton mengakui langkah mulusnya dalam mendapat proyek dibarengi dengan pemberian fee. Dari berkenalan dengan Yani itulah terdakwa mendapatkan proyek dengan bukti suap Rp22 miliar,” katanya.
Usai jaksa membacakan surat tuntutan, majelis hakim yang diketuai Bongbongan Silaban menunda persidangan dan kembali dengan agenda pembelaan dalam persidangan pada Selasa (21/1).#osk

x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Hadiri Gelar Operasi Triwulan Ke-2 Tahun

Palembang, BP Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol ...