Ultimate magazine theme for WordPress.

Undang Undang Simbur Cahaya

BP/IST
Albar S Subari SH SU

Palembang, BP
Kalimat undang undang dalam kitab simbur cahaya (UUSC) tidaklah sama arti dan maknanya dengan bahasa tekhnis juridis perundang undangan tertulis seperti misalnya Undang Undang Perkawinan.
“Tapi kesalahan pengertian ini bukan saja dikalangan kita orang biasa. Tapi ditingkat pendidikan tinggi penulisan UUSC mereka sejajarkan/kelompokkan dlm peraturan perundang undangan. Parahnya lagi ditingkat karya ilmiah tertinggi yaitu disertasi pernah saya ketemu.,” kata Ketua Pembina Adat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Albar S Subari SH SU, Minggu (12/1).
Bicara UUSC menurut Albar, pada mulanya itu memang merupakan nilai yang hidup dalam masyarakat. Tapi setelah UUSC ditulis pada zaman kesultanan dan Belanda dia sudah menjadi kompilasi.
“Misalnya kompilasi hukum Islam, kompilasi adat istiadat Sumatera Selatan yang dibuat Pembina Adat Sumsel tahun 2002 yang intinya kami ambil dari kompilasi UUSC buatan Belanda dan hasil penelitian kerja sama fakultas hukum Unsri tahun 1987,” katanya.
Kesimpulan tahap pertama menurut Albar, masa marga masih asli bersifat geneologis dia masih hukum yg hidup. Setelah datang kesulitan dan Belanda Marga dijadikan teritorial guna kebutuhan praktis. Dan disusun atau dikompilasilah menjadi seperti yg masih kita warisi.
“Sebagai penguat pendapat saya diatas ada testimonium pribadi Prof. Dr. HM Koesno saat saya minta pendapat rencana pembuatan kompilasiadat istiadat,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...