Ultimate magazine theme for WordPress.

Janda Nekat Bisnis Shabu

BP/IST
Seorang Kurir narkoba berinisial AY (30), ditangkap petugas di Lorong Gayam, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus Palembang, pada Kamis (9/1/2020), sekitar pukul 11.30 W. Ketika diamankan, dia menyimpan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi di dalam saku celana dan bra yang dia pakai.

Palembang, BP

Seorang Kurir narkoba berinisial AY (30), ditangkap petugas di Lorong Gayam, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus Palembang, pada Kamis (9/1) sekitar pukul 11.30. Ketika diamankan, dia menyimpan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi di dalam saku celana dan bra yang dia pakai.
Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Siswandi, didampingi Kanit VI, mengatakan penangkapan pelaku AY berkat informasi dari masyarakat sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Di mana di TKP, sering terjadinya transaksi barang haram sabu dan ekstasi.
“Dari laporan itulah anggota kita unit VI yang dipimpin Iptu Zulkarnain melakukan penyelidikan terkait informasi yang didapatkan tersebut,” ujarnya, Jum’at (10/1/2020).
Setelah dilakukan penyelidikan dan pendalaman, maka anggota unit VI Satres Narkoba Polrestabes Palembang mendapatkan informasi yang akurat mengenai informasi yang didapatkan.
“Kemudian anggota kita ini melakukan penindakan dengan langsung ke TKP dan berhasil mengamankan pelaku AY,” katanya.
Namun sebelum diamankan, anggota unit VI Satres Narkoba Polrestabes Palembang memastikan bahwa pelaku AY memang pengedar barang haram yang disebutkan dari informasi yang didapatkan.
“Setelah dilakukan penggeledahan anggota kita menemukan dua paket sabu seberat 18,87 gram di saku kanan celana Jeans dan 70 butir ekstasi merk Redbull di dalam bra sebelah kiri,” katanya.
“Atas ulahnya pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (3) undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara selama 20 tahun penjara,” katanya.
AY mengaku bahwa dia baru lima bulan menjalani bisnis narkoba ini. “Saya terpaksa jadi kurir, karena saya seorang janda dan harus menghidupi tiga anak. Dengan upah sekali antar Rp2 juta saya bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...