Ultimate magazine theme for WordPress.

Sejumlah Catatan Pembina Adat Sumsel Usai Musda Dan Pelantikan

BP/IST
Kepengurusan Pembina Adat  Sumatera Selatan (Sumsel)  periode 2019-2024 yang diketuai Albar S Subari SH SU resmi dilantik di Griya Agung, Jumat (27/12) pagi oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Palembang, BP

Setelah  Musyawarah Adat dalam rangka  Pembentukan Pembina Adat  Sumatera Selatan di ruang Karang Anyar, Hotel Swarnadwipa, Palembang, Kamis (26/12) dan usai Kepengurusan Pembina Adat  Sumatera Selatan (Sumsel)  periode 2019-2024 yang diketuai Albar S Subari SH SU resmi dilantik di Griya Agung, Jumat (27/12) pagi oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru ada sejumlah catatan yang perlu di kritisi.

Menurut Ketua Pembina Adat Sumsel, Albar S Subari SH SU  kepengurusan Pembina adat priode 2019-2024 dilakukan melalui musda.

Baca Juga:  Jalan Residen H Amaluddin Rusak

“Kalau selama ini hanya diisi dibuat saja SK Gubernur Sumsel  tanpa melalui musda,” kata Albar, Selasa (7/1).

Lalu untuk pertama kali kepengurusan Pembina Adat Provinsi Sumsel mendudukkan perwakilan dari kabupaten kota Se Sumsel sebagai anggota pengurus.

Dan pertama kalinya pengukuhan oleh Gubernur Sumsel dengan simbul penyerahan pataka kepada Ketua Pembina Adat Sumsel .

“Dan yang menarik ada usulan Kabid Dikbudpar untuk merealisasikan huruf ulu (kaganga) untuk disarannkan menjadi kurikulum muatan lokal di pendidikan dasar dan menengah,” katanya.

Baca Juga:  Usai Dilantik Gubernur Sumsel, Pembina Adat Sumsel Menggelar Rapat Pertama

Dan menulisnya disamping kata kalimat bahasa nasional. Seperti di daerah Yogya, Riau dan Jambi kelihatannya mendapat respon dari Kabupaten di Sumsel misalnya OKU Selatan, Mura dan Ogan Ilir .

“Malah bapak Drs Suwandi telah mendapat piagam penghargaan dari presiden,” katanya.

Selain itu menurut Albar, ada satu lagi yang menarik waktu mereka beraudensi dengan Gubernur Sumsel beberapan waktu lalu, ada menyebut istilahnya  Pasirah Adat.

Baca Juga:  Dewan Adat Sumsel Segera Dihidupkan

“Maknanya bahwa masyarakat Adat itu diakui baik secara sosiologis maupun yuridis. Beliau (Gubernur Sumsel) menghendaki ditingkat marga/kecamatan ada satu tokoh sebagai pengganti tugas dan fungsi pesirah lama, yaitu disebut beliau Pasirah Adat. Tapi Pasirah Adat ini sekarang hanya berwenang mengatur masyarakat adat dari sisi kemasyarakatan artinya menjaga adat istiadat agar jangan punah. #osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...