Ultimate magazine theme for WordPress.

Zulinto Tolak Izin Kakesbangpol Sumsel Pembuatan Kolam Retensi di SDN 9 Palembang

Kepada Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto saat meninjau SDN 9 Palembang.

Palembang, BP–Pemerintah Kota Palembang melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto menolak permohonan surat izin dari Kepala Kesbangpol (Kakesbangpol) Sumsel H Bakhnir Rasyid yang akan membuat sumur retensi permanen di kompleks SD Negeri 9 Palembang yang lokasinya berdampingan dengan rumah H Bakhnir Rasyid.

Pasalnya, surat permohonan izin pembuatan sumur retensi permanen dengan alasan agar tak membuat dampak banjir di perumahan warga tersebut membuat dampak buruk bagi lingkungan sekolah.

Kecuali, pihak Kakesbangpol Sumsel bukan membuat kolam retensi permanen di lokasi sekolah tapi membuat saluran aliran retensi ke arah sungai atau tempat yang tepar sehingga sekolah tak akan terkena dampak kebanjiran.

Baca Juga:  11-13 April Ujian Susulan UN

“Kita menerima surat dari Kesbangpol Provinsi Sumsel akan membuat sumur retensi permanen. Kita turun ke lapangan apa yang ternadi, ternyata menyalurkan air dari rumah ke sekolah dengan membuat bak penampungan di sekolah. Ini kami menolak dan sangat tidak setuju karena mengganggu sekolah kita,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto saat meninjau SDN 9 Palembang, Jumat (3/1).

Zulinto menambahkan bahwa jika dibuat bak besar untuk retensi maka saat hujan, bak kolam terancam meluap, sedangkan musim kering bisa berbau tentu ini mengganggu kenyamanan aktivitas belajar di sekolah.

Baca Juga:  BPS Sebut Pengangguran Lulusan SMK Meningkat, Disdik Sumsel Bentuk BKK

“Makanya kita sarankan kepada Kepala Sekolah dan tadi ada Pak Lurah,.kalau mau buat retensi, buat saluran dan alirkan ke sungai, jangan malah membuat bak retensi di sekolah,” urainya.

Dikatakan Zulinto bahwa kondisi SDN 9 Palembang yang berada di lokasi tanah rendah akan terancam banjir jika hujan deras, sehingga jangan sampai diperparah dengan kolam yang nantinya meluap dan membuat tak nyaman sekolah.

“Meski jumlah siswanya sekitar 200 an, tapi menurut laporan, warga sekitar semakin banyak sehingga sekolah kurang mampu menampung semua siswa. Sehingga nanti tahun 2021 kita anggarkan pembangunannya. Kota buat site plan yang baik karena penataannya ini kurang bagus,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pastikan Bonus Atlet Cair Sebelum Tahun Baru, Pelatih Diminta Sabar

Sementara itu dikatakan Kepala SDN 9 Palembang Ruwiyadi SPd SD mengatakan bahwa pihaknya telah menerima instruksi dari Kepala Dinas Pendidikan Palembang H Ahmad Zulinto agar jangan ada pembuatan kolam retensi permanen di sekolah sebagaimana surat yang dilayangkan dari Kakesbangpol Sumsel.

“Saya juga sependapat dengan Bapak Kadiknas Palembang, karena kalau dibuat sumur retensi takut meluap dan bau. Jadi ganggu aktivitas belajar,” pungkasnya.#sug

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...