Ultimate magazine theme for WordPress.

Terkait Kecelakaan Bus PO Sriwijaya, Dirlantas : Sopirnya Tidak Mengenal Medan Pagaralam

BP/IST
Direktur lalu lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Juni

Palembang, BP

      Setelah hampir 10 hari pasca terjadinya kecelakaan Bus PO Sriwijaya di Sungai Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Polisi masih belum menemukan penyebab secara pasti kecelakaan yang menelan puluhan korban jiwa tersebut.

Direktur lalu lintas (Dirlantas) Polda Sumsel, Kombes Pol Juni mengatakan, untuk pemeriksaan tragedi kecelakaan bus PO Sriwijaya di pagaralam itu, sampai saat ini sudah tahap penyidikan.

Namun, dikatakan Juni, setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Polda Bengkulu, ternyata sopir yang mengendarai Bus tersebut baru pertamakali melewati jalan Pagaralam.

“Hasil penyidikan masih pendalaman. Ternyata sopirnya belum perna lewat situ, dia itu biasanya melayani trayek Bengkulu – Jakarta dan ini disuruh ke Palembang jadi dia belum pernah melewati jalan di Pagaralam atau tidak mengenal medan di Pagaralam,” kata Juni, Selasa (31/30)

Baca Juga:  Bandara Talang Betutu Terbengkalai

Terkait perusahaannya sendiri, Juni mengatakan, belum bisa memastikan apakah nantinya ditetapkan sebagai tersangka atau tidak, karena sampai saat ini masih tahap proses pendalaman penyebab kecelakaan.

Akan tetapi, secara umum proses terjadinya insiden kecelakaan disebabkan oleh empat faktor yakni, Manusia, kendaraan, Jalan dan faktor alam. “Nah dua penyebab lagi masih dikembangkan,” katanya.

Juni mengungkapkan, bahwa saat kejadian posisi persneling bus berada pada kondisi netral, sehingga langsung meluncur masuk ke jurang tanpa kendali. Kondisi bus juga diketahui sudah berusia sekitar lebih dari 20 tahun.

Baca Juga:  Tiga Saksi Diperiksa Kejati Sumsel Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

“Kita masih mengembangkan kasus ini, sekarang masih dalam tahap penyidikan. Karena kecelakaan ini bisa dipengaruhi empat faktor, manusia, kendaraan, jalan dan cuaca,” katanya.

“Dari hasil sementara, bus itu memiliki izin trayek. Tapi apakah bus itu lolos uji kir, masih kita dalami. Apakah mengangkut melebihi beban, kita lihat busnya memang bus besar. Kita akan dalami melalui uji puslabfor dan analisis trafic,” ujar dia.

Untuk penetapan tersangka, Juni mengatakan, pihaknya belum sampai pada tahap itu. Karena, pihaknya akan memastikan lagi dengan memeriksa secara keseluruhan termasuk pemilik perusahaan.

Baca Juga:  Pemuda NKRI Sumsel Serukan NKRI Harga Mati dan Tolak Khilafah

“Kemungkinan bila mengarah kepada tindak pidana dapat diberikan pidana. Hasil penyidikan bisa saja ada tersangka, tetapi kita tunggu saja,” katanya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi menambahkan, pencarian korban akan dihentikan lantaran dianggap selesai.

“Mengingat tidak ada lagi keluarga yang melapor mengenai keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Jadi proses pencarian akan berakhir hari ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Sesuai hasil data para korban yang telah diidentifikasi oleh tim DVI Bidokkes Polda Sumsel baik yang meninggal maupun yang selamat total korban berjumlah 41 orang dengan rincian 35 korban meninggal dunia.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...