Ultimate magazine theme for WordPress.

Turun Langsung ke Lapangan, Zulinto Pantau Sekolah Banjir Akibat Hujan Lebat

Kadisdik Palembang H Ahmad Zulinto dan jajaran saat memantau kawasan SD Negeri 49 Palembang.

Palembang, BP–Kondisi hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Palembang sejak Kamis (26/12) sore hingga malam lalu membuat sejumlah titik terendam banjir, berikut pepohonan yang tumbang di mana-mana.

Tak hanya itu, sejumlah sekolah di kawasan rendah di Kota Palembang pun ikut terendam.

Kendati pun aktivitas sekolah masih dalam libur semester ganjil, Natal dan Tahun Baru, namun Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang langsung memantau kondisi sekolah di sejumlah titik banjir.

Apalagi, beberapa kawasan yang terkena banjir terjadi di sejumlah titik seperti di Simpang Polda, Km 8 Jalan Kolonel Burlian, Jalan Basuki Rahmat, hingga perumahan Aspol Punti Kayu.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang H Ahmad Zulinto memantau diawali di SD N 118 Kecamatan Sukarame, pasalnya sekolah tersebut memang sering rawan banjir. Berdasarkan hasil pantauan, satu lokal ruang kelas atapnya lepas dan perlu segera diperbaiki.

Baca Juga:  2015, IKA SMANSA '95 Berikan Beasiswa Bagi Anak Yatim Piatu

Setelah memantau di SDN 118, pantauan dilanjutkan disekolah yang terendam banjir yaitu, SD N 156 yang terletak di Jalan Mayor Salim Batubara No.8, Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning.

“Alhamdulillah pagi tadi airnya sudah cepat turun biasanya air masih mengenang di halaman sekolah dan ruang kelas,” ujar Zulinto, Jumat (27/12).

Zulinto pun melanjutkan pantauan ke SD N 162 di kawasan rawa di kawasan Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning Palembang saat ini masih tergenang air yang kedalamannya satu meter. Melihat keadaan demikian Kadisdik Kota Palembang berupaya mencari solusinya dan terus berkoordinasi bersama seketaris daerah (Sekda) dan Dinas pekerjaan umum (PU).

Baca Juga:  'Duel' Penantang Lama, PGRI Sumsel Tak Mau Intervensi Konferensi PGRI Palembang

“Mengingat sekolah tersebut jika datang hujan sekolahan ini bisa dipastikan banjir bukan di SD N 162 saja tetapi disekolah – sekolah yang rawan banjir lainnya,” jelasnya.

Pantau terakhir Kadisdik Kota Palembang di sekolah yang rawan banjir ini pun berlanjut ke SD N 49 Palembang yang beralamat di Jalan Mongonsidi, 2 Ilir, Kec. Ilir Timur II Palembang.

Dikatakan Zulinto, Sekolah ini banjir tapi tidak terlalu tinggi. Kemungkinan SD N 49 bakal diusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk dijadikan kolam retensi sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir dikawasan tersebut.

“Karena Disdik Kota Palembang mempunyai sekolah filial di Pulau Kemarau yang belum memiliki nomor kelatur, nantinya akan kita jadikan SDN 49,”jelas Zulinto

Baca Juga:  70% Alumni IKA-UNDIP Jadi ‘Entrepreneur’

Sementara itu, guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan karyawan serta siswa-siswi yang jumlahnya tidak begitu banyak hanya berjumlah 36 siswa-siswi dari kelas I sampai kelas VI ini akan kita mutasikan disekolah yang terdekat.

Seperti,SD N 48 dan SD N 119 dikawasan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Sedangkan guru honornya akan dipindahkan di sekolah filial.

“Untuk mengatasi sekolah yang rawan banjir lainnya seperti SDN 3, SDN 10 Palembang solusi penanggulangannya yakni akan dibangun kolam retensi. Kolam retensi yang bakal dibangun ini bukan hanya untuk warga sekolah tersebut, tetapi juga masyarakat sekitarnya,” pungkasnya. #sug

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...