Home / Headline / Pemuda NKRI Gagas Diskusi “Asap Menghilang, Siap Siap Banjir Datang,  Apa Solusinya?

Pemuda NKRI Gagas Diskusi “Asap Menghilang, Siap Siap Banjir Datang,  Apa Solusinya?

BP/IST
Suasana Pemuda NKRI menggagas  Diskusi “Asap menghilang, siap siap banjir datang,  apa solusinya?,  Minggu (22/12) malam di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

Palembang, BP

Pemuda NKRI menggagas  Diskusi “Asap menghilang, siap siap banjir datang,  apa solusinya?,  Minggu (22/12) malam di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

Acara menghadirkan narasumber  Anggota Komisi V DPR RI, Ir H Eddy Santana Putra, pengamat Kebijakan Publik Universitas Sriwijaya Dr Andreas Leonardo SIP MSi, Wali Kota Palembang diwakili Staf Ahli Walikota Palembang, Kepala Dinas PU Kota Palembang , Bastari Yusak dan inisiator Pemuda NKRI Ahmad Marzuki.

“Saya di Komisi V bisa buat program dan bisa bantu Wali Kota. Kalau APBD kota mampu bagus. Namun, kalau tidak mampu sendirian usulkan ke provinsi. Kalau tidak mampu juga APBN tentunya kita yang ada di komisi V tempatnya mengadu, berjuang mengusulkan termasuk soal banjir ini,” kata Anggota Komisi V DPR RI, Ir H Eddy Santana Putra

Menurut mantan wali kota Palembang dua periode ini, untuk persoalan banjir memang tidak bisa langsung diatasi.“Tiap tahun harus ada komitmen. Harus berkurang sampai (banjir) hilang sama sekali,” kata Eddy.

Menurutnya, untuk daerah Sekip Bendung akan beres sebentar lagi, mungkin bulan depan sudah setelah uji coba dan normalisasi.

Sedangkan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sriwijaya, Dr Andreas Leonardo, mengatakan, pada dasarnya semua punya komitmen tentang banjir.

“Konsepnya, di samping kebijakan publik, jadi banjir ini tidak selesai oleh pemkot saja tapi harus didukung daerah lain. Seperti Banyuasin dan Indralaya (Ogan Ilir), serta koordinasi dengan kecamatan,” katanya.

Menurutnya, harus ada pemetaan seperti wilayah perbatasan harus diajak kerja sama, dan ini urusan wajib daerah. “Harus ada kerja tim untuk level pemerintahan, baik pendanaan dan political will,” kata Andreas.

Sementara Bumi Institut diwakili Hairot Sudarso, mengatakan ini persoalan semua pihak mau tidak menjalankan komitmennya.

“Sebesar apapun besarnya pompa, tetap banjir, kita harus berpikir melahirkan pemuda yang ware terhadap lingkungan,” katanya.

Inisiator Pemuda NKRI, Ahmad Marzuki, mengatakan, diskusi ini adalah untuk menyerap, mensinergi dan mengkomunikasikan para pemuda-pemuda yang ada di Sumatera Selatan, terkhususnya pemuda yang tergabung dalam pemuda NKRI.

Menurut Marzuki, dialog semacam ini bakal digelar minimal satu bulan sekali, tentunya isu-isu yang kekinian yang akan diangkat.“Seperti kemarin kami mengangkat isu radikalisme, dan yang kedua ini kami mengangkat isu keterkinian Kota Palembang soal asap menghilang siap-siap datang banjir. Bagaimana keluhan masyarakat dari kota Palembang. Ke depan, kami juga akan mengangkat isu-isu nasional,” kata Marzuki.#osk

x

Jangan Lewatkan

Jajaran Danrem 044 Gapo dan PWI Sumsel Gelar Olahraga Bersama  

Palembang, BP Mempererat silaturahmi PWI Sumsel dan Korem 044/Gapo mengadakan pertandingan persahabatan berlangsung di halaman Makorem 044/Gapo, Jumat (7/8) . ...