Ultimate magazine theme for WordPress.

Hujan, Petir dan Angin Puting Beliung Terjadi di Palembang  

BP/IST
Angin puting beliung rusak rumah di Talang Kelapa

Palembang, BP

Hujan, petir, dan angin puting beliung  yang terjadi di Palembang menjadi penyebab ambruknya atap rumah, dan pepohonan di Kawasan Sukarami, Alang Alang Lebar, Kemuning, Sako, Semabor, dan Ilir Barat I, pada Sabtu (21/12).

Seperti contoh ,angin puting beliung merusak rumah di Perumahan Graha Kencana Asri Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarame, Palembang, Sabtu (21/12), sekitar pukul 17.00.

Puting beliung juga merobohkan usaha pembuatan batu bata atau bangsal batu yang berada tak jauh dari lokasi perumahan.

Di Perumahan Graha Kencana Asri, Kelurahan Sukodadi, atap dan rangka baja beberapa rumah warga terbang akibat puting beliung itu.

Baca Juga:  Tambah Hampir 100 Kasus, Pasien Covid-19 di Sumsel Jadi 7.328

Widodo, warga sekitar, mengatakan, kejadian itu berlangsung cepat.

Puting Beliung yang datang bersaamaan dengan turunnya hujan deras membuat sejumlah kerusakan terhadap bangunan rumah dan atap rumah warga di kawasan tersebut.

Dampak terparah dialami rumah milik Al (47) yang berada d blok K 11, atap bangunan berlantai dua miliknya tersapu angin puting beliung sehingga terhempas dan menimpa rumah tetangganya yang berjarak sekitar 25 meter.

Baca Juga:  Usulan Mgs Syaiful Padli Soal Jam Malam Ditengah Tingginya Covid-19 Mendapat Apresiasi

“Puting Beliung itu datang bersamaan dengan hujan. Saya tengah berdiam dirumah tiba tiba, suara keras terdengar dari belakang rumah,” kata Widodo

Sedangkan Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meterologi SMB II Bambang Benny Setiadji. Menilai robohnya pepohonan dan atap rumah warga akibat akibat Hujan disertai petir dan angin kencang dengan hujan kriteria lebat 57,5 mm dan kecepatan angin kriteria ekstrim mencapai 47 Knot (87 km/jam).

Dia menjelaskan, seiring masuknya musim hujan di wilayah Sumsel pada skala meteorologi dengan indikasi menguatnya Angin Muson Cina Selatan yang melalui wilayah Sumsel yang sarat uap air mengakibat potensi hujan disertai angin kencang berdampak kerusakan.

Baca Juga:  Bawaslu Sumsel Segera Bentuk Sentra Gakkumdu

Bulan Desember dan Maret merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi dari data normal Stasiun Meteorologi SMB II Palembang dalam kurun waktu 30 Tahun terakhir. Kondisi Musim Hujan akan terus berlangsung hingga memasuki musim peralihan ke musim kemarau umumnya pada Maret-April 2020.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...