Home / Headline / Musim Pancaroba di Sumsel, Ini Deretan Penyakit Harus Diwaspadai

Musim Pancaroba di Sumsel, Ini Deretan Penyakit Harus Diwaspadai

Dokter Klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumsel, dr Mardiana Lestari.

Palembang, BP–Masa peralihan dari musim panas ke musim penghujan (pancaroba) dalam dua pekan terakhir di Sumatera Selatan terbilang cukup ekstrem.
Cuaca sangat terik pada pagi sampai siang hari. Tapi, kemudian mendadak hujan dengan sangat deras, disertai angin kencang dan petir dari siang sampai malam. Kondisi ini, tentunya tidak baik untuk kesehatan.
Dokter Klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumsel, dr Mardiana Lestari, saat dibincangi, Jumat (20/12/2019), mengatakan, masyarakat sebaiknya mulai waspada dengan beberapa penyakit di musim pancaroba, seperti Inpeksi Saluran Pernasapan (ISPa), flu, diare dan Demam Berdarah (DBD).
“Penyakit ini biasanya dialami pada suhu kelembapan udara,” ungkapnya.
Sementara untuk DBD, seperti diketahui disebabkan virus dengue, lewat perantara nyamuk Aedes eegypti. Pada musim penghujan, air tergenang bisa membuat penyebaran nyamuk semakin banyak.
Dokter Mardiana, mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, guna menghindari penyakit pada musim pancaroba ini. Ia menganjurkan, mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup.
“Konsumsi vitamin C, yang bisa didapat dari jeruk, tomat, dan buah-buahan lainnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, mengonsumsi air putih minimal delapan gelas perhari juga harus dipenuhi. Kondisi cuaca yang dingin akibat hujan, jangan justru membuat seseorang kekurangan cairan dalam tubuh.
“Jangan lupa juga melindungi tubuh dari luar, seperti dengan cara memakai jaket atau payung saat hujan,” ujarnya.
Sementara saat disinggung dampak banjir yang melanda Palembang dalam beberapa hari terakhir, dokter Mardiana mengungkapkan, jika ada dua penyakit yang harus diwaspadai yakni penyakit kulit dan masih diare.
“Air yang masuk ke rumah atau pekarangan sudah pasti kotor, sehingga bisa menyebabkan penyakit kulit,” ungkapnya.
Selain dari itu, banjir yang terjadi bisa membuat kualitas air sumur yang biasa dikonsumsi warga menjadi kotor. Jika air dikonsumsi maka berpotensi menyebabkan diare. #rel

x

Jangan Lewatkan

Tangis Nenek 78 Tahun Pecah Bisa Berkurban Berkat Sedekah Kurban

Palembang, BP–Suasana haru langsung terasa dikediaman Nenek Nurhatika atau lebih dikenal Oppung, di RT 10, RW 03, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan ...