Ultimate magazine theme for WordPress.

Perumahan  Bukit Sejahtera  Diusulkan Jadi Kelurahan Baru

BP/IST
Ketua DPRD Sumsel Hj  RA. Anita Noeringhati SH. MH yang juga koordinator  reses Dapil Sumsel I Palembang didampingi langsung oleh Koordinator Reses Dapil Sumsel II Palembang, Budiarto Marsul beserta 11 anggota DPRD Sumsel lainnya saat melakukan kunjungan kerja dan reses di Kantor Wali kota Palembang, Kamis (19/12).

Palembang, BP

Perumahan  Bukit Sejahtera atau dikenal dengan Perumahan Poligon memiliki dua kecamatan  yaitu Kecamatan Gandus dan IB I, sudah selayaknya dijadikan kelurahan baru.

“Kami minta perumahan Poligon ditata, sekarang bukan seperti perumahan lagi, sudah kumuh. Kami minta agar kawasan Perumahan Poligon di mekarkan menjadi kelurahan baru karena persyaratannya sudah terpenuhi,” kata Koordinator reses Dapil Sumsel I Palembang yang juga Ketua DPRD Sumsel Hj  RA. Anita Noeringhati SH. MH didampingi langsung oleh Koordinator Reses Dapil Sumsel II Palembang, Budiarto Marsul beserta 11 anggota DPRD Sumsel lainnya saat melakukan kunjungan kerja dan reses di Kantor Wali kota Palembang, Kamis (19/12).

Anita juga mempertanyakan fasilitas umum dan fasilitas sosial dari perumahan Poligon apakah sudah diserahkan atau belum.

“Menurut Anita di komplek Sejahtera itu  sudah memenuhi persyaratan jika dijadikan satu Kelurahan, nanti masuk kecamatan mana silahkan rembuk kecamatan itu sendiri,” katanya.

Selain itu Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati menyampaikan hasil reses berupa masukan dari masyarakat kepada Walikota Palembang, serta memberikan apresiasi atas kinerja Walikota dan jajarannya.

Baca Juga:  DPRD Palembang Sayangkan Pengadaan Lift di Kantor Walikota Palembang

“Kami mengapresiasi kinerja Pemkot Palembang pengurusan KTP, pelayanan kesehatan, pendidikan dan pemerataan pembangunan,” kata  Anita Noeringhati.

Selain apresiasi, ia menyampaikan masukan masyarakat terkait permasalahan drainase, tempat pembuangan sementara (TPS), permasalahan sambungan air bersih, pemakaman dan lainnya.

“Masyarakat mengeluhkan drainase yang penuh lumpur dan bila hujan sebentar jalan sudah seperti kubangan. Dari kunker reses kami mendapat informasi penyebabnya drainase kurang bagus, berkurangnya daerah resapan dan pembangunan tidak memperhatikan lingkungan

Kami Sudah berusaha untuk memperjuangkan anggaran untuk kolam retensi dan pengerukan lumpur,” katanya.

Selain itu disampaikan Anita, masih kurangnya TPS di beberapa daerah sehingga masyarakat membuang sampah sembarangan atau di median jalan seperti di Kecamatan Kertapati.

“Dari masyarakat Kecamatan Alang-Alang Lebar kami dititipi amanat untuk membangun gedung sekolah SMP. Dari masyarakat Seberang Ulu kami mendapat masukan untuk membuat pemakaman baru karena pemakaman yang sudah ada tidak memungkinkan lagi,” ujarnya.

Koordinator Reses Dapil Sumsel II Palembang, Budiarto Marsul mengatakan,  bahwa pihaknya sudah menyampaikan aspirasi masyarakat khususnya dari Dapil Sumsel I dan  2 Palembang kepada Wali kota dalam bentuk program kerja.

Baca Juga:  Komunitas Pese Fahum UIN Raden Fatah Palembang Hadiri Bedah Buku Pers Perlawanan

Untuk program prioritas Dapil Sumsel II Palembang mengharapkan adanya pembangunan drainase, penanggulangan banjir, dan pembangunan jalan setapak. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kemudian kita berharap kepada Wali kota Palembang untuk terus melakukan inovasi serta meningkatkan program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sebut Budiarto Marsul.

“Kita kagum dengan Wali kota Palembang karena banyaknya program Pemerintah Kota yang diakomodir oleh Pemerintah Pusat dalam hal pembangunan’,” kata Budi.

Terkait masukan masyarakat kepada Anggota DPRD Sumsel, Walikota Palembang H Harnojoyo  mengatakan, untuk pemekaran Kelurahan Bukit Sejahtera secara persyaratan dan administrasinya akan diselesaikan termasuk Fasum (Fasilitas Umum) yang akan segera diinventarisir.

Untuk masalah drainase dan jalan setapak menjadi fokusnya. Ia mempunyai program gotong royong setiap Minggu untuk memperbaiki saluran drainase.

“Untuk mengatasi banjir banyak program yang kami lakukan  diantaranya pembuatan kolam retensi beberapa tempat, pembuatan pompanisasi Sungai Bendung, Restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro,” uraian Harnojoyo.

Permintaan TPU baru untuk Seberang Ulu, Pemkot Palembang sudah membebaskannya lahannya. Sementara untuk penataan Perumahan Poligon segera dilakukan setelah semua fasum dan fasos seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah, untuk pemekarannya ia membutuhkan waktu untuk mempelajarinya.

Baca Juga:  Forum CSR Kessos Diminta Berpikir Jauh ke Depan

“Terkait penambahan bangunan sekolah SMP di Kecamatan Alang-Alang Lebar, kami memang sudah lama tidak membangun sekolah baru. Palembang bukan kekurangan gedung tetapi masyarakat lebih memilih sekolah negeri, Penambahan sekolah SMP, sudah kami koordinasikan tetapi kami juga memperhatikan sekolah swasta,” katanya.

Terkait dengan masalah PDAM pihaknya saat ini telah dilakukan pembangunan beberapa intake PDAM di beberapa Kecamatan terutama di daerah Seberang Ulu.

“Kemudian juga tadi ada masalah sampah mudah mudahan Kota Palembang ini nanti ada tehnologi mesin incleratoring dengan kapasitas 1000 ton per hari ini yang segera akan terwujud dan dioperasikan,” katanya.

Sedangkan untuk embung embung di Seberang Ulu sudah Pemkot Palembang menyiapkan yaitu di Danau OPI Jakabaring.

“Saya beserta jajaran sudah mengupayakan untuk keseimbangan pembangunan yang dalam program nasional kawasan Jakabaring tetap akan kita akomodir,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...