Ultimate magazine theme for WordPress.

Pertamina Mulai Produksi Bahan Bakar Rendah Sulfur di Palembang

PT Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju mulai memproduksi Marine Fuel Oil (MFO) yakni bahan bakar untuk kapal, dengan kadar sulfur rendah. Saat ini dari semua kilang yang dimiliki Pertamina, baru Kilang Plaju yang bisa memproduksi MFO dengan kadar sulfur rendah hanya 0,5 persen.

General Manager PT Pertamina (Persero) RU III Plaju Joko Pranoto, mengatakan ini sebagai upaya mendukung pengurangan emisi. Pihaknya akan memproduksi sebanyak 380 ribu KL per tahun atau sekitar 200 ribu barel per bulan.

“Bahan bakar ini dapat didistribusikan bagi kapal-kapal berbendera Indonesia maupun selain Indonesia yang memasuki pelabuhan di wilayah perairan Indonesia,” kata dia, Jumat (20/12).

Baca Juga:  Kabiro Siti Fauziah: Lima Menit Bisa Menentukan Nasib Bangsa

Menurut dia batas kandungan low sulphur tersebut sesuai dengan persyaratan yang diterapkan International Maritime Organization (IMO). Jika perusahaan energi tidak menggunakan kadar sulfur rendah maka kapal terancam tidak bisa berlayar di perairan internasional.

Fajriyah menambahkan penyediaan BBM ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 29 tahun 2014 tentang pencegahan pencemaran lingkungan maritime karena kadar sulfur pada bahan bakar kapal. Selain memenuhi regulasi nasional dan internasional, produksi MFO Sulfur rendah 180 cSt, Kilang Plaju dapat memberikan potensi peningkatan margin pada unit operasi.

Baca Juga:  Muba Zona Sport Tourism


Bahan bakar tersebut akan digunakan untuk seluruh kapal yang dioperasikan Pertamina di seluruh Tanah Air. “Kebutuhan kapal-kapal Pertamina yang jumlahnya hampir ratusan unit itu mencapai 300 ribu barel per bulan, dan itu semua akan dipenuhi dari produksi Kilang Plaju,” kata dia.

Joko mengatakan, saat ini dari semua kilang yang dimiliki Pertamina, baru Kilang Plaju yang bisa memproduksi MFO dengan kadar sulfur rendah hanya 0,5 persen. Penggunaan bahan bakar tersebut akan diterapkan mulai Januari 2020. Sebelumnya, kapal-kapal Pertamina masih menggunakan bahan bakar dengan kadar sulfur 3,5 persen.

Baca Juga:  Layak Dicontoh, Rombongan Mobil Presiden Beri Jalan Mobil Ambulans

Pengurangan kadar sulfur tersebut dapat mengurangi emisi sehingga lebih ramah lingkungan. Joko menjelaskan Kilang Plaju menjadi kilang pertama yang memproduksi MFO low sulphur lantaran secara konfigurasi bahan baku (crude oil), proses pengolahannya tidak memerlukan modifikasi.

“Kami hanya melakukan optimasi pada prosesnya sehingga bisa memproduksi MFO dengan kadar sulfur rendah,” tutup dia. #ren

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...