Home / Headline / Masih Nihil Penyerahan Dukungan Balon Perorangan

Masih Nihil Penyerahan Dukungan Balon Perorangan

BP/IST
Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana

//Syarat dinilai terlalu berat

Palembang, BP

Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel sudah membuka, massa penyerahan dukungan bagi bakal pasangan calon kepala daerah, melalui jalur perorangan atau independen sejak November lalu.

Namun hingga saat ini, KPU Sumsel belum mendapat laporan, adanya peserta di 7 Kabupaten se Sumsel yang akan menggelar Pilkada 2020 telah menyerahkan dukungan awal.

“Belum ada, tapi sudah ada yang nyiapin (serahkan dukung). Tapi kita terdengar di OKU Timur dan PALI akan ada yang maju lewat jalur itu,” kata Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, Rabu (11/12).

Menurut Kelly, masyarakat atau tokoh masyarakat yang hendak menjadi peserta Pilkada serentak 7 Kabupaten di Sumsel 2020, bisa melalui dua cara. Yaitu, jalur dukungan parpol maupun perorangan atau independent.

Dikatakan Kelly, hal ini berdasarkan PKPU nomor 16 tahun 2019, bahwa syarat untuk bisa menjadi bakal calon (bacalon) Bupati dan Wakil Bupati di 7 Kabupaten, harus mendapat dukungan minimal 20 persen jumlah kursi di DPRD Asahan atau minimal 25 persen perolehan suara sah bagi partai yang mendapatkan kursi di DPRD.

“Berdasarkan PKPU Nomor 16 tahun 2019, perubahan dari PKPU Nomor 15 tahun 2017, bahwa setiap bacalon kepala daerah tingkat kabupaten/kota harus mendapat dukungan partai politik minimal 20 persen dari total jumlah kursi di DPRD, atau 25 persen suara sah,” ujar Kelly.

Sedangkan untuk pasangan bacalon perseorangan atau independent yang maju lewat jalur non parpol harus mendapat dukungan minimal 8,5- 10 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu sebelumnya.

“Sesuai PKPU yang ada, jika pemilih yang terdaftar di DPT dibawah 250 ribu, maka syarat minimal harus 10 persen dukungan yang dibuktikan dengan fotocopy KTP. Sedangkan pemilih yang terdaftar dikisaran 250 ribu hingga 500 ribu, syarat dukungannya minimal 8,5 persen,” ujar Kelly.

Selain dukungan minimal tersebut, sebaran dukungannya juga harus 50+1 jumlah Kecamatan yang ada dimasing- masing daerah.

“Jadi sebaran dukungan itu harus separuh Kecamatan yang ada,” katanya.

Kelly menerangkan untuk jumlah pemilih yang ada dibawah 250 ribu yaitu Kabupaten PALI dan Muratara sehingga syarat minimal dukungan 10 persen. Sedangkan 5 Kabupaten lainnya, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, Ogan Ilir, dan Mura minimal 8,5 persen.

“Untuk tahapan penyerahan dukungan bakal paslon perorangan dimulai sejak bulan November hingga Februari. Sedangkan masa pendaftaran paslonkada baik  dimulai Juni 2020,” katanya.

Terpisah, Aktivis Sumsel Rudianto Panggaribuan menilai, untuk seseorang maju Pilkada melalui jalur perorangan atau independent, baik balon Gubernur/ Wagub, Walikota/Wawako dan Bupati/ Wabup saat ini memang dirasa berat persyaratan yang ada, sehingga tak dipungkiri jarang yang ada paslon dari jalur ini ada di setiap Pilkada.

“Persyaratannya berat yang ada di PKPU, sehingga jarang yang melalui jalur ini,” kata Rudianto.

Mantan komisioner KPU Kota Palembang ini, penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU RI, harusnya membuka kesempatan bagi mereka yang ingin maju jalur perorangan, dengan syarat yang lebih mudah, sehingga masyarakat banyak pilihannya.

“Harusnya dipermudah  agar banyak calon yang maju, sehingga rakyat banyak pilihan. Tapi syarat sekarang sangat berat untuk maju perorangan,” katanya.#osk
[

x

Jangan Lewatkan

Hari ini, DPRD Sumsel Mulai Bahas APBD Perubahan Tahun 2020

Palembang, BP Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) MF Ridho memastikan pembahasan APBD Perubahan (P) Tahun 2020 mulai ...