Home / Headline / Satpol PP Sumsel Menjaring 65 PNS Yang Berkeliaran

Satpol PP Sumsel Menjaring 65 PNS Yang Berkeliaran

Palembang, BP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan razia kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Honorer di Berbagai Mall yang ada di kota Palembang, Senin (9/12) siang.

Pantauan dilapangan, para anggota Satpol-PP menyusuri ke Palembang Square Mall dan ada tiga orang yang terjaring razia diduga oknum ASN kota palembang, ketiganya berlari dan menolak untuk didata dan di poto. kemudian, anggota Satpol PP menuju ke Palembang Icon Mall dan Ramayana Swalayan.

Hasil dari razia tersebut Satpol PP Sumsel berhasil menjaring sebanyak 65 PNS, diantaranya PNS Pemkot Palembang terjaring 35 orang kebanyakan mayoritasnya Guru, dan dari PNS Provinsi Sumsel terjaring 30 orang yang mayoritasnya dari Diknas.

Kasat Pol PP Sumsel H Aris Saputra didampingi Sekdin Pol PP Sumsel Dedi Harapan mengatakan, Pihaknya bersama inspektorat dan badan kepegawaian daerah (BKD) provinsi Sumsel menggelar penertiban dan pembinaan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berada di luar tempat kerja mereka, alias berkeliaran di tempat-tempat umum.

Dikatakan Kasat, baik sengaja maupun tidak sengaja telah melanggar aturan atau disiplin pegawai sesuai dengan

UU tahun 2014 tentang ASN dan PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil harus mentaati jam kerja pada pukul 07.00  – 16.00 ,”  kata H. Haris saat di temui di Palembang Square mall saat Razia  berlangsung.

“Tentunya kegiatan ini untuk memberikan efek jera kepada para asismen yang masih berkeliaran di saat jam kerja dengan menggunakan pakaian dinas. Yah, kita sesuai dengan harapan Gubernur Sumsel agar seluruh pegawai di jajaran Provinsi Sumsel untuk dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,”  katanya.

Aris menambahkan, sebagaimana yang diatur oleh peraturan yang ada republik Indonesia, sangsinya kami sudah datang yang bersangkutan berasal dari mana dan instansi mana yang berada di mana akan kami lapor kan kepada kepala dinasnya masing-masing dan akan kami temukan kepada pejabat pembina aparatur sipil negara provinsi Sumsel,” katanya.

“Memang ini riskan karena paskah jam istirahat makan siang yang ternyata mereka masih molor, ini kurang lebih udah jam 2 masih berada di sini dengan santainya ada yang membawa kantong- kantong kresek belanja dan bahkan tadi saya lihat membawa anak dengan memakai sendal jepit ini yang mencoreng dari pada aparatur sipil negara,” katanya.

Lebih lanjut Aris Mengatakan, yang kita sangat sayangi sekali siapa lagi akan menghargai ASN itu kalau tidak ASN itu sendiri, kebanyakan yang terjaring ini dari dinas kesehatan, dinas pendidikan nasional, dinas perdagangan serta para Guru Sekolah.

Kota Palembang ataupun kabupaten kota yang terjadi di sini kami tidak mendata, namun kami memberikan jaminan tetap pembinaan sebagai pembina kepegawaian untuk kewenangan, memang nanti ini akan kita salurkan kepada pemerintah kota Palembang.

“Bahwa masih banyak juga pegawai – pegawai Pemkot Palembang yang berkeliaran di sini, pihaknya akan adakan apa itu batas kewenangan kita jadi tidak sampai kita laporkan tetapi secara keseluruhan akan dilaporkan kepada pihak yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan secara umum kita laporkan tidak pergi kerja,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Jajaran Danrem 044 Gapo dan PWI Sumsel Gelar Olahraga Bersama  

Palembang, BP Mempererat silaturahmi PWI Sumsel dan Korem 044/Gapo mengadakan pertandingan persahabatan berlangsung di halaman Makorem 044/Gapo, Jumat (7/8) . ...