Home / Headline / Perlu Percepatan Penyelesaian Konflik Lahan di Sumsel

Perlu Percepatan Penyelesaian Konflik Lahan di Sumsel

Dedek Chaniago selaku Official Committee (OC) didampingi panitia bidang perlengkapan, Ahmad Marzuki, Ki Edi Susilo (Sekretaris OC) dan JJ Polong (Ketua SC) saat jumpa pers di Kopinian Cape, Jumat (6/12).

Palembang, BP

Penyelesaian konflik-konflik lahan di Sumatera Selatan (Sumsel) perlu dilakukan percepatan guna mewujudkan Reforma Agraria di Sumatera Selatan.

Data dari KPA tahun 2018: 28 Konflik dengan luasan l39.709,7 Hektar. Sementara itu ketimpangan penguasaan lahan begitujomplang. Koorporasi/perusahaan menguasai 6,3 juta hektar (HTI 1,5 juta hektar, HGU Perkebunan 1 juta hektar, Tambang 2,5 juta hektar, dan Hutan Lindung 1,3 juta), sementara masyarakat menguasai hanya 1 juta/ hektar,” kata Dedek Chaniago selaku Official Committee (OC) didampingi panitia bidang perlengkapan, Ahmad Marzuki, Ki Edi Susilo (Sekretaris OC) dan JJ Polong (Ketua SC) saat jumpa pers di Kopinian Cape, Jumat (6/12).

Dan berangkat dari kerja-kerja kawan-kawan Sarikat sarikat tani, gerakan gerakan tani dan NGO/LSM peduli petani yang sudah berpuluh puluh tahun bekerja.

Untuk penyelesaian konflik lahan dan mewujudkan reforma agraria, perlu dan penting untuk berkonsolidasi diseluruh perjuangan tani dalam Komite Reformasi Agraria Sumatera Selatan (KRASS), untuk penyelesaian konflik lahan untuk mewujudkan reforma agraria, agar ada kekuatan bersama yang besar, dorongan yang besar agar tercapailah sesuai dengan cita cita pendiri bangsa dan amanat konstitusi (UUD 1945 pasal 33, Pancasila no. 2 dan 5, UUPA.5 tahun 1960, TAP MPR no.11 tahun 2001 tentang pembaharuan agrarian, Nawacita jokowi distribusi lahan 12 juta hektar dikawasan hutan dan 9 juta, PP.86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria).

“Sehingga sampailah kita akan melaksanakan acara Simposium Reforma Agraria Sumatera Selatan tanggal 8 – 10 Desember 2019,” kata Dedek Chaniago.

Menurut Dedek, agenda dan fix acara akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Candika KM 5 Palembang, dengan berbagai kegiatan: Tanggal 8 sore petani masuk bumi perkemahan, malam Panggung Budaya Tani, tanggal 9 pagi, pembukaan Simposium Reforma Agraria Sumatera Selatan dan Testimoni perampasan tanah serta kriminalisasi Petani dan Pejuang Tani.

Lalu dilanjutkan diskusi Hak Azazi Petani, diskusi Kejahatan Koopirasi. 6. Bedah PP. 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria dan Musyawarah Besar KRASS. 8. Tanggal 10 deklarasi dan kemudian di lanjutkan dengan aksi unjuk rasa ke Kantor BPN Sumsel dan kantor Gubernur Sumsel.

“Progres Acara sampai saat ini: Peserta sudah 450 petani dari berbagai organisasi tani di kabupaten kabupaten yang sudah konfirmasi, targetan 500 petani. Narasumber yang dari Nasional SPI PUSAT, STN PUSAT, KPA Pusat, Jimmy Z Ginting, Eva Bande (Aktivis Agraria), Mantan KSP, dan DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Soal tempat, sudah fix dan sudah mulai pemasangan tenda mulai dari pagi tadi,” kata panitia bidang perlengkapan, Ahmad Marzuki.

Selain itu menurut Dedek, acara ini terselenggara atas swadaya panitia, pejuang tani dan petani itu sendiri. Tidak ada mengajukan proposal ke pejabat, apalagi ke perusahaan.#osk

x

Jangan Lewatkan

Sempat Bergumul Dengan Polisi, Pemuda Bawa Pedang Ditangkap

Palembang, BP–Kerap membawah senjata tajam (sajam) dan meresahkan warga, Saju (26) terpaksa diringkus Anggota Unit Reskrim Polsek Seberang Ulu (SU) ...