Jalur Ekonomi Dan Ekspor Impor Sumsel Tahun 2020 Harus Diamankan

31

BP/DUDY OSKANDAR
Mantan Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Sutikno

Palembang, BP

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2020 diprediksi bisa mencapai  2,5 persen atau 3 persen.

“ Saya berharap  pertumbuhan ekonomi Sumsel di tahun 2020 bisa diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional 5, 1 persen,” Mantan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel Agus Sutikno, Minggu (1/12).

Untuk itu menurut politisi PPP ini yang terpenting bagaimana  pemerintah daerah bisa mengamankan semua hal berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Sumsel tersebut.

Dia mencontohkan jalur-jalur ekonomi dan ekspor impor untuk Sumsel harus di jaga guna menuju target ekonomi tersebut.

“ Tapi kalau pertumbuhan ekonomi hanya auto pilot atau di serahkan ke pasar saja ya mencapai angka 3 persen pertumbuhan ekonomi Sumsel di tahun 2020 saya piker berat,” katanya.

Baca:  Nama Bakal Calon Kepala Daerah Di Sumsel Yang Daftar Ke PPP Di Bawa Ke Rakornas PPP

Sehingga dia menyarankan agar Pemerintah Provinsi bisa mengelola ekonomi di Sumsel dengan sebaik-sebaiknya karena jika di kelola dengan baik maka pertumbuhan ekonomi Sumsel bisa di atas rata-rata nasional.

“ Selama ini pertumbuhan ekonomi Sumsel di atas rata-rata nasional,” kata Ketua DPW PPP Sumsel ini.

Sebelumnya , laju pertumbuhan ekonomi Sumsek melambat pada kwartal III/2019 dari periode yang sama 2018 dari sebesar 6,14 persen menjadi 5,67 persen.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi secara year on year (yoy) yang dihitung Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel itu salah satunya dipicu oleh perlambatan pada komponen konsumsi rumah tangga.

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih di Palembang, Selasa (5/11), mengatakan,  bahwa konsumsi rumah tangga mendominasi struktur produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi itu, yakni sebesar 63,93 persen.

Baca:  RAPBD 2021 Sumsel Rp10,8 Triliun, Pengamat Ekonomi Ingatkan Hal Ini Ke Pemprov Sumsel

“Konsumsi rumah tangga pada kuartal III/2019 sebesar 4,12 persen sementara pada tahun lalu pertumbuhannya sebesar 4,52 persen,” katanya.

Endang menjelaskan meski komponen yang memiliki andil besar terhadap perekonomian Sumsel itu melambat, namun bukan berarti daya beli masyarakat juga turun karena secara volume konsumsi dalam indeks tendensi konsumen (ITK) masih sebesar 104,59 yang berarti konsumen masih optimistis.

Berdasarkan catatan BPS, komponen makanan dan minuman non alkohol menduduki peringkat pertama dalam pertumbuhan konsumsi rumah tangga, yakni sebesar 5,40 persen. Selanjutnya disusul komponen transportasi/angkutan, rekreasi dan budaya, serta pendidikan.

Pertumbuhan komponen-komponen tersebut sejalan adanya momen Idul Adha dan musim haji, serta ada pula tahun ajaran baru 2019/2020 untuk berbagai jenjang pendidikan.

Baca:  DPRD Sumsel Berikan Alternatif Dana Perbaikan JSC

Endang menambahkan bahwa pihaknya berharap pemerintah daerah dapat mendongkrak struktur lain dalam PDRB Sumsel, salah satunya investasi. “Tidak apa-apa konsumsi turun asal investasinya bisa naik, itu lebih bagus,” katanya.

Menurut dia, laju investasi yang masuk dalam komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) menunjukkan peningkatan signifikan, yakni tumbuh sebesar 3,01 persen dari sebelumnya 0,96 persen.

Pihaknya menilai hal itu tidak terlepas dari realisasi belanja modal pemerintah Sumsel yang meningkat sebesar 0,67 persen.

Selain itu ada pula pembangunan beberapa infrastruktur yang berlangsung di Sumsel, seperti jalan tol Kayu Agung dan Lampung dan PLTU mulut tambang serta transmisi Sumatra 500 KV.#osk