Ultimate magazine theme for WordPress.

Oknum Guru “Embat” Laptop Berurusan Dengan Polisi  

BP/ISt
Ruslan harus berurusan dengan pihak kepolisian, setelah dilaporkan H Yusti Tambrin (55) pemilik Pondok Pesanteren Nurul Huda di Jalan Sukawinatan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang dalam kasus pencurian Laptop Sabtu (23/11)

Palembang, BP

Ruslan harus berurusan dengan pihak kepolisian, setelah dilaporkan H Yusti Tambrin (55) pemilik Pondok Pesanteren Nurul Huda di Jalan Sukawinatan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang dalam kasus pencurian Laptop Sabtu (23/11) .

Pemuda asal KM 36 Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Ilir ini mengaku nekat mencuri laptop di Ponpes tempatnya mengajar lantaran ingin menggantikan tasnya yang hilang di taman Kayuagung.

“Waktu saya mengambil laptop pintu tidak terkunci. Setelah laptop saya ambil langsung saya jual dekat IP seharga Rp 850.000,”kata guru bahasa Arab ini.

Baca Juga:  Tiga Bulan Gantikan SBY, AHY Digoyang Kader, Bagindo Togar: Untuk Menguji Kepemimpinan AHY

Laptop yang sudah dijualnya, sempat ingin ditebusnya. Namun pembeli mau mengembalikan laptop tersebut justru ia disebut sebagai maling.

“Uang untuk menebus Laptop ada. Saya dapat kiriman dari orang tua saya sebesar Rp 600.000 dan sisa uang penjualan laptop kemarin masih ada. Karena itulah pemilik pesanteren membawa saya ke Polsek Sukarami, karena beliau sudah tidak percaya bahwa saya akan menggantinya,” katanya.

Baca Juga:  Baku Tembak Dengan Polisi, Residivis Pencurian Tewas

Sementara itu, H Yusti Tambrin pemilik pondok pesantren mengatakan pelaku baru dua bulan mengajar di Ponpes miliknya.  Pelaku bercerita kalau ia merupakan lulusan dari pondok pesantren yang ada di Indralaya. Yusti sudah mengatakan kalau tidak ada gaji kalau ingin mengajar di Ponpes miliknya namun pelaku tidak merasa keberatan asal diberi makan dan tempat tinggal.

“Pelaku ini mencuri ketika saya pergi ke Bandung. Ia masuk kekantor lalu mengambil laptop sebanyak 5 unit tapi dia mengaku hanya mengambil satu. Kemarin baru pulang mengecek di kantor sudah keadaan berantakan,”katanya.

Baca Juga:  Guru Harus Mengembangkan Kemampuan yang Relevan di Era Revolusi Industri 4.0

Melihat kantor sudah berantakan, Yusti pun memanggil petugas keamanan untuk menanyakan kenapa kantor sudah berantakan dan laptop hilang.

“Petugas keamanan memberitahukan bahwa Hendra lah pelaku pembobolan kantor. Setelah di cek di bawah tempat tidur pelaku ada kunci kantor diambilnya, pelaku langsung saya bawah ke Polsek ,”  katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...