Ultimate magazine theme for WordPress.

Pabrik Miras Palsu Disergap  Petugas Bea Dan Cukai Palembang

BP/IST
 Setelah lima bulan menjalankan operasi, akhirnya usaha rumahan pembuat minuman beralkohol palsu disergap petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Palembang.

Palembang, BP

Setelah lima bulan menjalankan operasi, akhirnya usaha rumahan pembuat minuman beralkohol palsu disergap petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Palembang.

Dalam penyergapan di Perumahan Alam Indah Lestari, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir itu petugas menyita 1.100 botol miras oplosan jenis Vodka Mansion House tanpa dilekati pita cukai.

Kemudian mesin pengemas, lima drum ukuran 200 liter berisi alkohol murni, alat pres, ribuan tutup botol dan satu unit mobil Daihatsu Gran Max serta lima orang.

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Sumatera Bagian Timur Dwijo Muryono mengatakan pabrik ilegal tersebut diketahui telah beroperasi selama lima dan kerap mendistribusikan minuman keras oplosan ke berbagai daerah di Sumsel.

Baca Juga:  Polretabes Palembang Sita Ratusan Botol Miras

“Penyergapan pabrik tersebut dilakukan pada 16 November, termasuk kita amankan lima orang, selaku pemilik usaha, peracik minuman dan tiga pekerja,” kata Dwijo saat memberi keterangan pers, Rabu (27/11).

Menurut dia penindakan bermula ketika Bea Cukai menerima informasi adanya pengiriman paket tutup botol minuman keras dari Jakarta menuju Palembang menggunakan bus.

Lalu tim Bea Cukai Palembang langsung bergerak memantau paket tersebut dengan menghentikan dan memeriksa bus, hasilnya didapati paket berisi tutup botol minuman keras jenis Vodka Mansion House.

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Kampung Rengas Oleh Satgas TMMD Ke 104 Terus di Kebut

Kemudian tim meminta pembawa paket menunjukkan lokasi pabrik tujuan kiriman barang tersebut. “Dari lima orang yang diamankan, dua diantaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni AM (22) sebagai pemilik usaha dan JI (26) selaku peracik minuman,”  katanya.

Sementara itu Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Pabean B Palembang Dwi Harmawanto menuturkan, pembuatan minuman keras ini dilakukan secara sederhana.

“Hanya menggunakan alkohol 98 persen, campur air dan esen rasa. Dibuat tanpa ada takaran, sehingga bila diuji kandungannya berbeda-beda,” tuturnya.

Baca Juga:  Polisi Grebek Pesta Pernikahan, 101 Botol Miras Disita

Dirinya mengatakan, dalam satu hari pelaku usaha ilegal ini bisa memproduksi 1.500 sampai 2.000 botol yang disebarkan di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel.

“Selain berpotensi menimbulkan kerugian negara, kegiatan ilegal ini sangat membahayakan warga, terutama yang sampai mengkonsumsinya,” katanya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 50 dan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 dengan maksimal penjara lima tahun dan pidana denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. #osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...