Ultimate magazine theme for WordPress.

APBD Sumsel Tahun 2020 Naik

BP/Dudy Oskandar
Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati

#PAD Sumsel Tahun 2020

Diproyeksikan Naik Rp160 Miliar

Palembang, BP

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati memprediksi APBD Sumsel tahun 2020 berkisar Rp10, 338 triliun naik dibandingkan tahun lalu hanya Rp9.849 triliun .

“ Walaupun perubahan tidak lebih dari satu digit tapi berubah,” kata Anita, Kamis (28/11).

Karena itu menurut Anita pembahasan APBD Sumsel tahun 2020 diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dimana dalam PAD terdapat pajak daerah, pendapatan retribusi, hasil dari kekayaan yang dipisahkan , lain-lain pendapatan yang sah.

Untuk PAD di tahun 2020 di proyeksi Rp3,231.784.718  naik dibandingkan tahun lalu hanya Rp3,071 triliun,” Ada kenaikan Rp 160  miliar yang kemarin hanya di prediksi Rp154 miliar,” katanya. Pendapatan retribusi menurutnya ada kenaikan Rp2.484 sekian miliar.

“ Setelah kami teliti dan kami undang yang bisa memberikan kontribusi untuk itu  tambah PAD kita, seperti Bank Sumselbabel itu tahun 2019 devidennya  Rp43 miliar tapi kita minta di 2020  menjadi Rp 56 miliar, “ kata Anita Noeringhati  diruang kerjanya sembari mengatakan,  penggunaan lahan Pemprov Sumsel oleh Bank Sumselbabel untuk ATM Drive Thru di Depan kantor TVRI Palembang dan lapangan parkir kantor Bank Sumselbabel sewanya sudah di bayarkan semua di kas negara.

Untuk retribusi menurutnya ada kenaikan Rp1 miliar di 2020, pajak daerah  ada kenaikan Rp6 miliar tahun 2020, kekayaan dipisahkan juga naik.

Baca Juga:  Suami di Bui, Istri Dilaporkan Selingkuh

“ Karena kita menganggap PAD kita belum optimal,  kalau kita lihat belanja, apakah sudah seimbang atau belum? Seandainya dana perimbangan, dana transper yang sudah kita prediksi ternyata  tidak masuk sesuai proyeksi  itu bisa menjadi defisit, ini sepertinya dana transperpun tidak sama dengan proyeksi di 2019, kemarin  kita memproyeksi ini untuk dana transper sepertinya mengalami penurunan dan ini memang di rasakan seluruh Indonesia, di 2020 kita mengharapkan dana transper ini dinaikkan,” katanya.

Selain itu menurut politisi Partai Golkar ini,  Sumsel mendapatkan dana intensif daerah ada tahun lalu Rp6,2 Miliar.

“Untuk pajak rokok tahun ini dipotong 38 persen dari 100 persen untuk mensuplai dan mendukung program BPJS  karena itu amanat Mendagri ,semoga saja nanti di tahun 2020 PMAnya berubah untuk kontribusi dukungan BPJS tidak sepenuhnya menjadi tanggungjawaban  dari pajak rokok tersebut,” katanya.

    Sekretariat Daerah menurutnya ada potensi yang bisa di manfaatkan diantaranya tempat penginapan , ruang serba guna, Bapeda juga memiliki mess, Dinas Pertanian ada tempat penginapan dan sebagainya .

“ Dari sekian bisa dinaikkan lebih besar ada kenaikan Rp1 miliar retribusi daerah ini dari seluruh OPD yang memiliki nilai retribusi itu bisa dinaikkan,” katanya.

 Sedangkan Sekda Sumsel  H Nasrun Umar mengatakan, APBD Sumsel 2020 diprediksi Rp10,6 triliun.

“Nanti finalisasinya bisa bisa 10, 6, bisa 10, 6 dikit begitu dia sudah kata sepakat,” katanya.osk

 

 

PAD Sumsel Tahun 2020

Baca Juga:  DPRD Sumsel Pesimis Beberapa Tahun Kedepan Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tumbuh Signifikan

Diproyeksikan Naik Rp160 Miliar

Palembang, BP

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati memprediksi APBD Sumsel tahun 2020 berkisar Rp10, 338 triliun naik dibandingkan tahun lalu hanya Rp9.849 triliun .

“ Walaupun perubahan tidak lebih dari satu digit tapi berubah,” kata Anita, Kamis (28/11).

Karena itu menurut Anita pembahasan APBD Sumsel tahun 2020 diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dimana dalam PAD terdapat pajak daerah, pendapatan retribusi, hasil dari kekayaan yang dipisahkan , lain-lain pendapatan yang sah.

Untuk PAD di tahun 2020 di proyeksi Rp3,231.784.718  naik dibandingkan tahun lalu hanya Rp3,071 triliun,” Ada kenaikan Rp 160  miliar yang kemarin hanya di prediksi Rp154 miliar,” katanya. Pendapatan retribusi menurutnya ada kenaikan Rp2.484 sekian miliar.

“ Setelah kami teliti dan kami undang yang bisa memberikan kontribusi untuk itu  tambah PAD kita, seperti Bank Sumselbabel itu tahun 2019 devidennya  Rp43 miliar tapi kita minta di 2020  menjadi Rp 56 miliar, “ kata Anita Noeringhati  diruang kerjanya sembari mengatakan,  penggunaan lahan Pemprov Sumsel oleh Bank Sumselbabel untuk ATM Drive Thru di Depan kantor TVRI Palembang dan lapangan parkir kantor Bank Sumselbabel sewanya sudah di bayarkan semua di kas negara.

Untuk retribusi menurutnya ada kenaikan Rp1 miliar di 2020, pajak daerah  ada kenaikan Rp6 miliar tahun 2020, kekayaan dipisahkan juga naik.

“ Karena kita menganggap PAD kita belum optimal,  kalau kita lihat belanja, apakah sudah seimbang atau belum? Seandainya dana perimbangan, dana transper yang sudah kita prediksi ternyata  tidak masuk sesuai proyeksi  itu bisa menjadi defisit, ini sepertinya dana transperpun tidak sama dengan proyeksi di 2019, kemarin  kita memproyeksi ini untuk dana transper sepertinya mengalami penurunan dan ini memang di rasakan seluruh Indonesia, di 2020 kita mengharapkan dana transper ini dinaikkan,” katanya.

Baca Juga:  Tren Elektabilitas Dodi Reza Alex Meroket, Deru dan Ishak Melambat

Selain itu menurut politisi Partai Golkar ini,  Sumsel mendapatkan dana intensif daerah ada tahun lalu Rp6,2 Miliar.

“Untuk pajak rokok tahun ini dipotong 38 persen dari 100 persen untuk mensuplai dan mendukung program BPJS  karena itu amanat Mendagri ,semoga saja nanti di tahun 2020 PMAnya berubah untuk kontribusi dukungan BPJS tidak sepenuhnya menjadi tanggungjawaban  dari pajak rokok tersebut,” katanya.

    Sekretariat Daerah menurutnya ada potensi yang bisa di manfaatkan diantaranya tempat penginapan , ruang serba guna, Bapeda juga memiliki mess, Dinas Pertanian ada tempat penginapan dan sebagainya .

“ Dari sekian bisa dinaikkan lebih besar ada kenaikan Rp1 miliar retribusi daerah ini dari seluruh OPD yang memiliki nilai retribusi itu bisa dinaikkan,” katanya.

 Sedangkan Sekda Sumsel  H Nasrun Umar mengatakan, APBD Sumsel 2020 diprediksi Rp10,6 triliun.

“Nanti finalisasinya bisa bisa 10, 6, bisa 10, 6 dikit begitu dia sudah kata sepakat,” katanya.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...