Pakai Dana Mandiri, IPSI Sumsel Loloskan Enam Atlet ke PON Papua

30

Atlet Silat Peraih Tiket PON Papua bersama pelatih dan pengurus IPSI Sumsel.

Palembang, BP–Meski menggunakan dana mandiri lantaran belum di-support oleh KONI Sumsel, Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumsel berhasil meloloskan enam atlet pada single event bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Prakualifikasi PON di Jakarta.

Enam atlet tersebut lolos dengan meraih lima tiket PON dan siap menjalani laga multievent olahraga paling bergengsi di Tanah Air, PON Papua, pada September 2020.

Kelima kelas tersebut adalah kelas E Putra atas nama Alvin Massaid dari Muba kelas G putra M Juan dari Palembang, Ganda Putra atas nama Agung Aprisandi dan Andre Septa Bakri, kelas E Putri atas nama Nia Larasari dari Muba dan kelas F Putri atas nama Fransiska Sandra dari Muba.

“Sampai saat ini KONI Sumsel belum memberikan support dana, sehingga harus memakai dana mandiri. Kasihan, atlet, padahal ini Kejurnas untuk penentuan Sumsel menuju PON Papua,” ujar Sekretaris Umum IPSI Sumsel Drs Darlis, Senin (25/11).

Ia menambahkan bahwa pihaknya sangat apresiasi dengan perjuangan atlet-atletnya, karena ditengah perhatian yang kurang tapi berhasil memaksimalkan kompetisi sehingga bisa meloloskan lima nomor pertandingan di PON Papua 2020 nanti.

“Apalagi, ini beda dengan 2015 lalu yang tiketnya melalui Porwil sedangkan 2019 ini kita melalui Pra PON. Dan beratnya lagi kita masuk di Zona III dimana zona tersebut merupakan grup neraka,” jelasnya.

Dikatakannya, zona wilayah III merupakam grup neraka karena dihuni oleh daerah-daerah yang memiliki atlet level nasional yang memperkuat Indonesia di SEA Games hingga Asian Games. Mulai dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah.

Sementara itu dikatakan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi IPSI Sumsel Ali Hanafiah mengatakan jelang PON Papua pada September 2020 butuh persiaapan dan strategi yang matang.

Pasalnya, PON Papua menjadi ajang multievent terbesar di Tanah Air yang semua daerah akan All Out mempersiapkan demi atletnya mampu naik podium tertinggi di muktievent bergengsi ini.

“Masih ada waktu kurang lebih satu tahun untuk persiapan. Kita butuh kerjasama daerah, dukungan KONI Sumsel dan lain untuk Try In dan Try Out,” jelasnya.

Dari enam atlet yang lolos PON, lima diantaranya adalah atlet Muba sedangkan satu dari Palembang sehingga untuk program Training Center (TC) rencananya akan dipusatkan di Muba sambil menunggu program KONI Sumsel pada persiapaan PON Papua.

Disinggung mengenai peluang, Ali Hafiah menyebutkan optimis wakil Sumsel bisa memberikan hasil maksimal. Apalagi di kategori figther E Putri atas nama Nia Larasari, yang merupakan peraih medali emas Pra PON Jakarta dan juga juara di Junior ASEAN School.

“Tinggal persiapan TC nya dimaksimal. Idealnya Januari paling lambat harus mulai TC,” pungkasnya. #sug