Airlangga Hartarto Dinilai Manipulasi Makna Musyawarah

10

Tim Pemenangan Calon Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin (25/11).

Jakarta, BP–Jurubicara calon Ketua Umum Partai Golkar Bambamg Soesatyo (Bamsoet), Victus Murin, mengatakan rencana Munas Golkar pada 3-6 Desember 2019 banyak keanehan dan melenceng dari Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar. Sehingga sejumlah kader Golkar terutama pendukung Bamsoet akan menggelar Munas sesuai AD/ART Partai Golkar.
“Kami menilai banyak kejanggalan menjelang Munas. Ada sejumlah nama di deretan panitia Munas yang bukan kader Golkar. Ini jelas tidak sesuai aturan,” ujar Victus kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Senin (25/11).
Menurut Victus, merujuk pada peran strategis partai politik sebagai pilar demokrasi, Partai Golkar sebagai partai modern tertua di Indonesia agar tetap konsisten menjadi pionir atau pelopor dalam memperkokoh tatanan dan budaya demokrasi nasional.
Ditambahkan, pengalaman panjang Partai Golkar dalam mendinamisir praksis demokrasi di Indonesia, ketua umum selalu dituntut menjaga dan mengawal Partai Golkar sebagai partai demokratis dengan bertumpu pada kekuatan kolektif-kolegial, bukan pada oligarki kekuasaan kelompok kepentingan dalam partai.
“Mencermati perkembangan Partai Golkar menjelang Munas, kami menyaksikan dan merasakan adanya intrik politik yang tidak elok dari rezim Ketua Umum Airlangga Hartarto yang bertendensi memanipulasi makna musyawarah untuk mufakat sebagai aklamasi atau calon tunggal,” katanya.#duk