Ultimate magazine theme for WordPress.

Berawal Membantu Kakak Maju di Pilkada OKI

BP/DUDY OSKANDAR
H Junaidi, SE

Palembang, BP–Adik kandung dari Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) ini kini terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2019-2024, banyak hal yang akan dia perbuat untuk daerah pemilihannya yaitu OKI dan OI terutama bidang infastruktur dan pendidikan.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD  Sumsel, yang kini duduk di Komisi IV DPRD Sumsel H Junaidi, SE mengaku sebelum menjadi wakil rakyat, selama ini dia menjalankan perusahaan keluarga yang berkantor pusat di Jakarta.

Lalu sewaktu dalam Pilkada di OKI tahun lalu, dirinya sukarela membantu kakaknya H Iskandar, SE kini menjabat Bupati OKI untuk turut ikut turut kelapangan terutama sosialisasi kepada masyarakat di Pilkada OKI.

“Sebenarnya beliau juga (Iskandar SE) butuh orang yang benar-benar berkerja untuk itu, saya selaku saudara mudanya ingin juga membantu beliau dalam hal ikut pemenangan di Pilkada OKI tahun 2018 lalu, mungkin kurang lebih 6 bulan saya ikut turun ke OKI, karena di OKI bagi saya banyak keluarga dan familiar dengan masyarakat OKI,” kata pria kelahiran, Palembang, 13 Juni 1965, Minggu (24/11).

Dan ini ada hikmahnya bagi dirinya,  setelah keberhasilan Iskandar, SE menjadi Bupati OKI di periode kedua apalagi setelah itu masuk masa pemilihan legislatif (pileg) sehingga dirinya dengan setengah bergurau dengan Iskandar, SE ingin maju dalam pileg Provinsi Sumsel.

“Dengan entang beliau bilang, silahkan  kalau ingin maju, sowan dulu ke saudara tua, saya sowan ke saudara tua minta izin, alhamdulilah semuanya lancar , akhirnya yang selama ini saya di tempatkan diperusahaan, saya turun ke lapangan ikut pileg di dapil OKI dan OI, alhamdulilah karena saya punya pengalaman dalam membantu Iskandar, SE saya turun ke 18 kecamatan di OKI dan 16 kecamatan OI, alhamdulilah mungkin karena kerja keras dan nawaitunya kuat, sehingga apa yang saya kerjakan dengan doa juga alhamdulilah Allah SWT memberikan kepercayaan kepada saya dan juga masyarakat juga memberikan amanah kepada saya mewakili masyarakat OKI dan OI dari Partai PAN,” kata suami Desma Pratiwi.

Sosialisasi pileg siang malam untuk dirinya dimulai bulan Juni 2018  sampai Maret 2019 dengan perolehan suara pribadi hampir 17.800 suara dengan mayoritas suara di OKI.

Apalagi waktu sosialisasi dia mengaku tidak menargetkan berapa suara yang dia raih namun semaksimal mungkin memenuhi apa yang diusahakan untuk mencapai mimpin sebagai wakil rakyat.

“Yang saya lihat di masyarakat OKI ini masih banyak yang kita bantu terutama di bidang infrastruktur sektor pertanian, infastruktur sektor perumahan. Infastruktur sektor sarana umum dan transportasi masih perlu mendapatkan bantuan provinsi dan pusat dan untuk mengandalkan anggaran atau dari kabupaten sendiri yang luasnya hampir mencapai 19.000 km persegi itu saya kira  walaupun kita maksimalkan anggaran kabupaten yang selama ini sudah maksimal tetap pertumbuhan itu tidak berjalan secara siknifikan sesuai yang kita harapkan, karena begitu luasnya OKI, hampir sama dengan provinsi Bengkulu dan Jawa Barat,” kata bapak lima anak ini.

Dia membayangkan anggaran Provinsi Jawa Barat anggarannya Rp34 triliun tahun 2018 sedangkan kabupaten OKI hanya Rp2 triliun belum dipotong biaya yang sudah tetap.

“Itu gambarannya bagaimana kabupaten OKI ini perlu kita bantu, baik melalui Provinsi maupun dari pusat jalannya dari aspirasi baik dari anggota DPRD Provinsi Sumsel dan DPR RI,” kata pria yang merupakan anak ke 9 dari 12 saudara.

Selain itu dia juga melihat rendahnya tingkat pendidikan masyarakat OKI dan itu dia dengungkan masyarakat OKI bahwa lahan itu luas tapi tidak bisa beranak tapi manusia beranak terus, kalau satu orang punya satu hektar  lahannya tetap satu hektar tapi orang itu akan berkembang punya anak dan cucu, kalau anak dan cucunya ada 10 orang satu hektar bagi 10 , sehingga semakin berat mereka mempertahankan kehidupan.

“Satu-satunya cara kita tingkatkan pendidikan masyarakat, kalau anak dan cucunya sudah punya pendidikan mumpuni seperti SMA, Sarjana mereka bisa berkembang sendiri, bisa berwiraswasta sendiri, bisa berkerja di perusahaan orang dan tidak lagi terpaku kepada sektor pertanian dan mengandalkan lahan tadi, sehingga perberdayaan manusia yang perlu di tingkatkan,” katanya.

Dan namanya pengabdian menurutnya sesuai  dengan arahan ayahnya H. Muhammad Tohir (Alm) , yang juga abdi negara dan seorang mantan tentara, mantan camat, apa yang dikerjakan ayahnya tersebut memang bekerja benar-benar untuk rakyat dan tidak ada untuk memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Karena ada senior kita yaitu pak Hatta Rajasa dan pak Iskandar SE jelas disitu, bagi saya karunia Allah SWT kita memang dari orangtua kita dahulu sudah dibekali mungkin ada bakat menjadi abdi negara,” katanya mengaku besar di Palembang.

Menurutnya, berkerja dimana saja sama, dan yang berbeda itu tempat serta permasalahan saja, namun ilmu dan manajemennya sama.

“Dari pekerjaan saya sehari hari dan memang disiplin ilmu saya kesana,” kata mantan Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya ini.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...