Dana Sulit, Percasi Sumsel ‘Ngutang’ ke Pengda Muba dan PALI

30

Kontingen Atlet Catur Sumsel saat berada di Bandara Internasional SMB Palembang.

Palembang, BP–Pengurus Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumsel terpaksa mencari pinjaman dana untuk memberangkatkan 10 atlet catur untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Prakualifikasi PON pada 20-27 November 2019 di Brastagi, Sumatera Utara,

Pasalnya, tim catur Sumsel nyaris ikut Pra PON lantaran belum ada bantuan dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel.

Benar saja, sebanyak 10 atlet catur Sumatera Selatan hari ini bertolak menuju Kualanamu International Airport Sumatera Utara dari Bandara Internasional SMB Palembang.

Sepuluh atlet tersebut adalah Alivia Novyansari WNM, Nyimas Sonya Nafa WNM, Nyimas Shieta Prima WNM, Alicia Fitri Wahida, Xena Lorens, Rian Kapriaga FM, Godam Eko HS, MN, Kleo Patra MN, dan Guntur.

Baca:  Meski 'Ngutang' ke Pengda, Percasi Sumsel Loloskan Atlet Catur ke PON Papua

Mereka akan membidik empat tiket PON XX Papua 2020 dinomor standar perorangan putri, standar beregu putri, play of standar beregu putra dan veteran U-60.

“KONI Sumsel sampai keberangkatan ini belum support dana. Hampir saja gagal ikut Pra PON, karena untuk ikut PON Papua harus ikut seleksi dulu,”ujar Sekretaris Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumsel, Nuraini Tjik Aman, S.Sos usai melepas Kontingen Catur Sumsel di Bandara Internastional SMB Palembang, Rabu (20/11).

Ia menambahkan bahwa pihak Percasi Sumsel akhirnya melakukan pinjaman dana agar anak asuhnya tak kecewa karena gagal sebelum perang menuju PON Papua, sebuah kompetisi paling bergengsi Tanah Air.

Baca:  Meski 'Ngutang' ke Pengda, Percasi Sumsel Loloskan Atlet Catur ke PON Papua

“Jadi kami ajukan pinjaman ke Pengda Percasi Muba dan Percasi Pali karena atlet nya dari mereka. Meski mereka terbatas dan tak belum mampu diberi uang saku karena pinjaman hanya sebatas akomodasi,” jelasnya.

Mursili berharap agar KONI Sumsel bisa memberi dukungan baik moril maupun materiil agar atlet catur Sumsel bisa terfasilitasi karena perjuangan 10 atlet tersebut membawa nama Sumsel.

Sementara itu dikatakan salah satu atlet catur Sumsel yang akan turun di Play Off standa beregu putra mengatakan bahwa persiapan sudah dilakukan maksimal jelang keberangkatan.

Baca:  Meski 'Ngutang' ke Pengda, Percasi Sumsel Loloskan Atlet Catur ke PON Papua

“Setiap hari latihan, Sabtu dan Minggu full satu hari. Artinya kita benar-benar siap turun. Puj juga rekan atlet putri yang juga siap merebut tiket PON,” jelasnya.

Meski semangat yang menggebu namun kontingen Sumsel tak kemudian jumawa, mereka mengakui bahwa rival dari Pulau Jawa dan DKI menjadi musuh yang cukup berat.

Dia berharap pengalaman juara dua kali Porwil yakni 2012 dan 2015 lalu menjadi terulang setelah tim putra sempat gagal di Porwil Bengkulu sehingga ikut di Play Off. #sug