Tolak Ahok, Serikat Pekerja Pertamina Lakukan Aksi Renungan

9

 

Palembang, BP

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyatakan penolakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengisi jabatan di PT Pertamina (Persero)‎. Penolakan itu akan berlanjut dengan aksi renungan yang dilakukan secara serentak.

Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel. Presiden, Yohan Efendi membenarkan, ‎seluruh anggota FSPPB menolak kehadiran Ahok di keluarga besar Pertamina. “Banyak hal yang membuat seluruh serikat pekerja menolak adanta Ahok di direksi Pertamina. Karena sosok Ahok, sudah melanggar aturan persyaratan direksi BUMN salah satunya mantan narapidana serta sikap Ahok yang kami nilai tidak pantas memimpin Pertamina,” tegasnya saat ditemui kemarin (17/11).

FSPPB menyatakan, dengan hadirnya Ahok ke Perusahaan energi ini dipastikan akan menyebabkan gaduh yang akan berimbas pada pemerosotan kinerja inti Pertamina sebagai perusahaan pensuplay energi. “Penolakan Ahok bukan tidak berdasarkan penolakan Ahok, buka masalah isu agama dan ras tadikalisme namun tetap pada fokua sosok Ahok yang sangat tidak pantas untuk Pertamina,” ujarnya.

Yohan yang didampingi Afrizal, Sekjend SP3N SBS dan pengurus SP3N Charly Yulanda, Erwan Teddy, Rahadian Ramadhan menerangkan peraturan mentri BUMN nomor PER-03/MBU/02/2015 tentang persyaratan tata cara pengangkatan dan pemberhentian anggota direksi anggota direksi BUMN salah satunya, anggota Direksi yang profesional, berintegritas, berdedikasi
dan memiliki kompetensi guna melaksanakan tugas dan tanggung.

“Artinya, direksi Pertamina harus memiliki syarat memiliki keahlian, Identitas yang baik, Jujur. Lalu ada lagi direksi Pertamina juga bukan calon legislatif dan calon legislatif nah si Ahok sendiri adalah anggota fraksi PDIP ini sudah penyalahan aturan yang ditetapkan,” tandasnya. #ren