ASB Desak Kejati Sumsel Usut Tuntas Dugaan KKN Kabupaten Muratara

5

Aktivis Sumsel Bersatu (ASB) menggelar demonstrasi damai di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Senin (18/11).

Palembang, BP–Aktivis Sumsel Bersatu (ASB) menggelar aksi demonstrasi damai yang ketiga kalinya di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Jalan Gubernur H.A Bastari, Jakabaring, Palembang, Senin (17/11).

Ini merupakan demo lanjutan untuk menuntut Kejati Sumsel mengusut laporan terhadap Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Kordinartor Aksi Rudi Pangaribuan mengatakan, Apa yang disampaikan dalam orasi aksi hari ini adalah aksi ketiga kalinya yang dilakukan ASB mengenai Muratara case atau kasus-kasus di kabupaten Muratara, ada 20 item yang diduga terindikasi terjadinya praktek KKN dan patut diduga merugikan keuangan negara miliaran rupiah,” kata Rudi saat menyampaikan orasinya di Kejati Sumsel.

Dikatakan Rudi, kedatangan ASB hari ini menanyakan progres perkembangan aksi kita yang telah dua kali dilaksanakan di Kejati untuk menanyakan bagaimana sikap kajati mengenai kinerja Kejari Muratara dalam hal kasus di kabupaten Muratara yang diduga terindikasi melakukan praktek KKN.

Dalam aksi damai tersebut pihak ASB diterima oleh pihak Kejati Sumsel dan yang pasti progress ini tidak akan berhenti sampai di sini, kita akan melihat perkembangannya dalam dua minggu ini kalau dalam 2 minggu ini progresnya masih seperti ini akan melakukan aksi demonstrasi di kejaksaan agung (Kejagung) Jakarta,” katanya.

Partogi Sitinjak kordinasi lapangan (korlap) mengatakan, tentang tindak lanjut laporan terdahulu agar segera mengambil tindakan memanggil dan memeriksa yang terlapor yaitu Bupati Muratara dan semua yang terkait dalam unsur pengelolaan anggaran yang terindikasi korupsi di kabupaten Muratara, itu penekanan aksi hari ini oleh aktifis Sumsel bersatu

Senada, Partogi juga menekankan soal keseriusan aparat kejaksaan tinggi Sumatera Selatan untuk segera menindaklanjuti laporan terdahulu yang disampaikan oleh ASB indikasi-indikasi laporan pada bukti-bukti yang sering dilampirkan pada waktu penyampaian laporan dalam dalam aksi terdahulu.

Ditambahkan Sanusi salah satu kordinator lapangan (korlap) mengatakan, hari ini sudah kesekian kalinya untuk yang di sampaikan apa yang menjadi tuntutan kawan-kawan ASB, dengan kasus ini ada beberapa temuan dana hibah temuan kasus-kasus korupsi di kabupaten Muratara yang ASB sampaikan melalui data yang telah di audit BPK merupakan hasil awal yang harus tindak lanjuti.

Dikatakan Sanusi, pihaknya tidak akan henti-hentinya untuk menyampaikan temuan ini ke Pihak Kejati Sumsel serta takkan pernah bosan untuk menyampaikan ini,” katanya.

“Pihaknya berharap untuk kedepan pada 9 Desember 2019 nanti Kejati Sumsel akan menerima ASB langsung untuk mendengar apa yang menjadi tuntutan pada hari ini,” jelasnya.

“Sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pihak Kejati tentang temuan ASB terkait indikasi korupsi di Muratara,” kata Sanusi.
Karena itu pihaknya mendesak kajati Sumsel segera mengambil alih pengaduan persoalan laporan LSM tentang indikasi korupsi Bupati kabupaten Muratara yang berada di Kajari Lubuklinggau/ Kajari Musirawas, mendesak kajati Sumsel segera memanggil dan memeriksa dugaan keterlibatan Bupati kabupaten Muratara terkait persoalan KKN dipemerintahannya, mendesak kajati Sumsel untuk segera memutasi jabatan Kajari Lubuklinggau/ Musirawas dan yang terlalu lamban dalam mengungkap kasus kasus indikasi korupsi di kabupaten Muratara.
Dan mendesak kejati Sumsel memanggil dan memeriksa dugaan keterlibatan adanya unsur nepotisme kekerabatan Bupati Muratara atas indikasi korupsi proyek.
Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman mengatakan, Aksi ASB ini merupakan bentuk kepedulian terhadap penegakkan Hukum dan itu diatur oleh undang-undang.
Ia mengatakan, pihak dari Kejati takkan pernah menolak hanya kadang-kadang ada yang lebih cepat dan ada yang lambat artinya ini hanya sebuah proses, serta pihaknya akan menyampaikan kepada pimpinan apa yang menjadi keinginan dari ASB,” katanya.#osk