Kemelut Catur dan Takraw Porprpov Berakhir di Dewan Hakim dan PB Porprov

10

Tim Dewan Hakim saat meminta keterangan dari penggugat, tergugat, dan terkait di Aula BLK Prabumulih.

Prabumulih, BP–Kemelut pembengkakan medali yang diduga dilakukan oleh Kordinator Pelaksana (Kopel) cabang olahraga (cabor) catur pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Prabumulih terus menuai protes hingga berakhir di Dewan Hakim dan Panitia Besar (PB) Porprov.

Pasalnya, protes yang dilayangkan oleh penggugat dalam hal ini Kontingen Palembang menilai Kopel telah menyalahi Technical Hand Book (THB) atau buku panduan Porprov yang dikeluarkan oleh KONI Provinsi Sumsel, yang menambah jumlah medali dari 12 medali emas menjadi 66 medali emas. Pun juga permasalahan takraw yang ada dugaan penjegalan keikutsertaan atket Palembang.

Baca:  Tim Advokasi Paslon Pilgub No 4 Protes Ke Bawaslu Sumsel

Tim Dewan Hakim pun menggelar proses penyelesaian kemelut yang terjadi dengan mengambil keterangan dari penggugat dan tergugat pada Kamis (14/11) malam hingga pukul 23.00.

Salah satu anggota Dewan Hakim Louse Ahmad Yani mengatakan bahwa semua keterangan penggugat dan tergugat hingga keterangan terkait sudah diambil informasi yang pada intinya mencari solusi.

“Sudah mendengarkan dari beberapa pihak, dan dapat pokok permasalahan, dan ini akan kita rekomendasikan ke Ketua PB Porprov dalam hal ini Wakil Walikota Prabumulih,” ujarnya.

Baca:  Tim Advokasi Paslon Pilgub No 4 Protes Ke Bawaslu Sumsel

Ia menambahkan rekomendasi tersebut rencananya hari ini langsung disampaikan ke Ketua Panitia PB Porprov agar kemelut ini segera selesai dan pertandingan dua cabor tersebut bisa terus dilanjutkan.

Sementara itu Anggota Dewan Hakim yang juga Kabid Prestasi KONI Sumsel DR Syamsuramel mengatakan bahwa bahwa dewan hakim telah mengeluarkan rekomendasi dan juga bisa mengintervensi ke Ketua Panitia PB Porprov yang mengacu pada regulasi yang ada.

Baca:  Tim Advokasi Paslon Pilgub No 4 Protes Ke Bawaslu Sumsel

“Tentu kalau mengatur regulasi yang sesuai buku panduan yang dikeluarkan. Karena itu sudah aturan, dan aturan mengacu pada pertandingan yang juga nanti mengacu pada Kejurnas dan PON,” tegasnya.

Pria yang juga Ketua Pelaksana Bidang Pertandingan Porprov ini juga mengharapkan kemelut ini segera usai dan berakhir pada semangat persahabatan.

“Jadi pada intinya takraw sudah kita himbau dan izinkan untuk (Palembang-red) ikut dan dan catur kita mengacu buku panduan yang telah dikeluarkan KONI provinsi,” pungkasnya. #sug