RSUD HM Rabain Talangi Utang BPJS

14

Muaraenim, BPPermasalahan tunggakan hutang BPJS Kesehatan kepada RSU dr HM Rabain Muaraenim yang belum bisa terselesaikan, membuat manajemen rumah sakit terpaksa mencari solusi dengan pihak ketiga. Terbukti manajemen rumah sakit rujukan ini melakukan kerja sama dengan Bank Mandiri Syariah untuk mem-back-up biaya operasional rumah sakit tersebut.

“Kita sudah melakukan kerja sama dengan Bank Mandiri Syariah untuk pembiayaan. Kita tinggal menunggu persetujuan Dewan Pengawas RSUD dr HM Rabain Muaraenim,” ujar Plt Direktur RSUD dr HM Rabain Muaraenim dr H Yan Riyadi, MARS, Selasa (12/11).

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan penagihan dari bulan April, Mei, Juni dan Juli tahun 2019 ke BPJS Kesehatan, dan sudah ada yang diverifikasi. Namun sampai saat ini belum ada yang dibayar.  “Sedangkan keuangan kita paling mampu 1-3 bulan kedepan, makanya sebagai antisipasi kita  melakukan kerjasama dengan Bank Mandiri Syariah untuk masalah pembiayaan dan operasional,” jelasnya.

Dijelaskannya, kerja sama tersebut dilakukan  atas saran dan solusi dari BPJS Kesehatan. Karena rumah sakit memang lagi butuh. Maka statusnyanya dengan pihak Bank Mandiri Syariah pinjaman, untuk pembayarannya dilakukan BPJS Kesehatan.

Dikatakan Yan Riyadi, yang menjadi masalah adalah untuk operasional dan obat-obatan yang harus dibayar. Seperti  obat-obatan, listrik, air dan sebagainya. Kalau untuk jasa dokter dan paramedis mungkin bisa ditangguhkan tetapi yang pada akhirnya mesti dibayar juga.

Ketika ditanya berapa besaran hutang BPJS Kesehatan di RSUD dr HM Rabain Muaraenim, Yan  mengatakan bahwa dia tidak hapal secara detilnya, namun diperkirakan setiap bulannya sekitar Rp 6-8 miliar, jadi tinggal dikalikan saja semenjak bulan April.#nur