Surya Paloh Yakin MPR Dapat Melahirkan Negarawan Baru

6

Surya Paloh

Jakarta, BP–Ketua MPR Bambang Soesatyo melanjutkan silaturahim kebangsaan dan safari politik dengan menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh beserta jajaran DPP Partai Nasdem di Jakarta, Rabu (13/11).

Delegasi MPR dipimpin Bambang Soesatyo, didampingi Wakil Ketua MPR, Hidayat Nurwahid, Arsul Sani, dan Lestari Moerdijat yang juga kader Partai Nasdem. Kehadiran Delegasi MPR disambut hangat Surya Paloh.

Mengawali pertemuan, Bambang Soesatyo menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan Kongres Partai Nasdem yang berjalan sukses, dan dengan suara bulat secara aklamasi memilih kembali Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai Nasdem untuk periode 2019-2024.

Menurut Bambang Soesatyo, selain dalam rangka merajut dan menguatkan silaturahim yang sudah terjalin baik dengan Surya Paloh, juga dalam rangka menindakklanjuti rekomendasi MPR Periode 2014-2019 yang telah diamanatkan kepada MPR Periode 2019-2024, antara lain terkait penataan sistem ketatanegaraan melalui amandemen konstitusi.

Baca:  MPR Berhasil Sosialisasikan Empat Pilar

Bambang menjelaskan, MPR sebagai rumah kebangsaan dan lembaga demokrasi serta representasi aspirasi rakyat, merasa perlu mendengar masukan dari berbagai komponen bangsa, termasuk Partai Politik dan para tokoh bangsa.

Surya Paloh menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan Pimpinan MPR ke Kantor Nasdem. Pimpinan MPR periode saat ini dipandang representatif karena memiliki keterwakilan dari seluruh partai politik, sehingga memberikan harapan dan optimisme atas kinerja MPR ke depan.

Baca:  Bamsoet Harap Indonesia Mampu Produksi Banyak Kendaraan Listrik

Surya Paloh jugs mengkritisi implementasi demokrasi di Indonesia yang dinilai mirip model free fight cenderung mengedepankan poltik praktis dan pragmatisme. Bahkan ada semacam paradoks dalam implementasi demokrasi, antara apa yg dijadikan rujukan dengan apa yang terjadi dalam tataran realita. Kondisi ini memunculkan lahirnya pertanyaan yang relevan untuk diajukan, “Masih adakah Pancasila?”. Beberapa pemikiran Surya Paloh yang “menggelitik” untuk dikaji lebih dalam misalnya terkait kewenangan tafsir MK terhadap konstitusi; termasuk tentang putusan pelaksanaan pemilu serentak.

Dalam kerangka pemikiran tersebut, Surya Paloh menyampaikan pandangan Partai Nasdem terhadap wacana amandemen konstitusi. Menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama, bahwa amandemen konstitusi semestinya dilakukan secara hati-hati, komprehensif, dan sesuai dengan kebutuhan kekinian. Termasuk komitmen untuk memperkuat sistem presidensial. Implementasi hak-hak prerogatif Presiden semstinya dilakukan dengan sepenuh hati, tidak setengah-setengah

Baca:  Fadel Muhammad: Mengerikan, Radikalisme Meningkat di Beberapa Tempat

Bambang menambahkan, dirinya telah menugaskan Sesjen MPR agar program Sosialiasi 4 Pilar MPR RI yang sedang digelorakan MPR dapat diperkaya dengan materi dan diskursus tentang amandemen konstitusi.

Surya Paloh menaruh harapan sekaligus keyakinan, di bawah kepemimpinan Bambang Soesatyo, MPR dapat melahirkan negarawan baru. MPR diharapkan dapat menjaga marwah sebagai lembaga perekat bangsa, dengan mengoptimalkan peran di berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.#duk