Ketua BPK RI Ajak Mahasiswa Unsri Tangkap Peluang Revolusi Industri 4.0

9

Ketua BPK RI Dr Agung Firman Sampurna, SE, MSi bersama Rektor Unsri Prof Dr Anis Saggaff, MSCF di sela-sela Economics, Accounting and Business Conference di Gedung MM Unsri.

Palembang, BP–Mahasiswa sebagai generasi muda jangan sampai terlena dengan perkembangan zaman. Apalagi era revolusi Industri 4.0 ini diharapkan mampu menangkap peluang dengan pesatnya dunia teknologi dan informasi.

Selain peluang, mahasiswa juga mesti menghadapi ancaman terdegradasinya beberapa pekerjaan atau hilangnya pekerjaan-pekerjaan akibat teknologi.

Mulai dari taller bank yang mulai berkurang, pegawai pos, dan beberapa profesi lain karena tergerus oleh perubahan zaman.

Demikian disampaikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Dr Agung Firman Sampurna, SE, MSi didampingi Rektor Unsri Prof Dr Anis Saggaff, MSCF usai memberikan Keynote Speakers pada kegiatan Sriwijaya Economics, Accounting and Business Conference yang digelar Fakultas Ekpnomi di Gedung Magister Managemen Unsri, Rabu (6/11).

Baca:  Wujudkan Kepedulian, IKA Unsri IKA Unsri Beri Bantuan ke Mahasiswa Korban Kecelakaan

“Bagi yang tak siap dengan tantangan revolusi Industri 4.0 maka akan tergusur dan akan munculnya generasi pengangguran besar-besaran,” urainya.

Disisi lain Pria yang juga Ketua Ikatan Alulmni (IKA) Unsri ini menambahkan bahwa banyak peluang yang bisa ditangkap manakala peka dengan era 4.0 ini yakni munculnya para kesempatan kerja baru yang juga menjanjikan. Sebut saja industri games, analisis games, dan lainnya.

Namun demikian, meski era revolusi industri digadang-gadang menjadi pola digital besar-besaran akan tetapi harus juga diimbangi dengan society 5.0 yang sesungguhnya sangatlah penting bagi generasi muda.

Baca:  Gagal SBMPTN, Unsri Sarankan Tempuh Jalur USMB

“Karena society adalah konsep yang berfokus pada peran manusia sebagai sumber daya dalam era digital 4.0. Perkembangan society 5.0 mengandalkam big data yang terbentuk dari sensor yang terhubung melalui Internet of Things yang dianalisis menggunakan kecerdasan buatan sehingga nantinya akan mampu dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat,”jelasnya.

Sementara itu dikatakan Rektor Unsri Prof Dr Anis Saggaff, MSCF bahwa dalam rangka menciptakan lulusan yang berkualitas dan siap masuk di era revolusi Industri 4.0 pihak Universitas Sriwijaya pun sudah melakukan berbagai terobosan.

Baca:  Anis Saggaf Pimpin Suara di Tiga Besar Calon Rektor

“Jadi Unsri sudah meramu bahwa perkuliahan tak boleh seperti dulu. Beberapa sistem perkualiahan sudah mulai menyesuaikan dengan perkualiahan online bersifat digital kerjasama akademik dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu juga hadirnya dosen praktisi pun sudah dilakukan dan juga praktek lapangan sehingga mahasiswa menjadi lebih kenal langsung ke dunia lapangan kerja di era revolusi industri 4.0.

“Dan termasuk kegiatan ini menjadi salah satu upaya bagaimana mahasiswa mampu mempersiapkan diri dimasa depan di era disruption 4.0 dan society 5.0 ini,” pungkasnya. #sug