Dua Jalan Tol di Sumsel Segera Diresmikan

3

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho

Palembang, BP–Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho memastikan proyek jalan tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung) tetap dilanjutkan, sedangkan progres Jalan Tol Pematang Panggang – Kayuagung yang berada di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) masih menunggu waktu perapian untuk bisa dilalui 100 persen dan diresmikan.

“Uji cobanya saat mudik lebaran, jalan tol ini membantu sekali,” katanya, Selasa (5/11).

Sebelumnya Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto memastikan operasionalisasi ruas Tol Kayuagung-Palembang-Betung dilakukan pada awal November 2019. Ruas tol yang akan dibuka untuk publik ini merupakan Seksi I yang menghubungkan Kayuagung dan Jakabaring di Palembang.

Baca:  Bappeda Sumsel Ajukan 18 Program Ke DPRD Sumsel

“Seksi I yang akan dibuka terlebih dahulu, panjangnya sekitar 33,5 kilometer,” ujar Herwidiakto.

Ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera mencakup tiga Seksi. Seksi I Kayuagung-Jakabaring, Seksi II Jakabaring-Muslindas sepanjang 33,9 kilometer, dan Seksi III Musilindas-Betung 44,29 kilometer.
Per 15 Agustus 2019, konstruksi ruas Tol Kayuagung-Jakabaring telah mencapai 76,74 persen. Namun, mengutip data monitoring progres konstruksi Tol Trans Sumatera yang dirangkum Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pencapaian ini meleset dari target 99,72 persen. “Ini artinya terdapat deviasi konstruksi sebesar 22,98 persen,” tulis BPJT.

Baca:  Bappeda Sumsel Ajukan 18 Program Ke DPRD Sumsel

Sementara progres konstruksi ruas Jakabaring-Musilindas baru terealisasi 44,9 persen dari target 99,68 persen. Adapun progres konstruksi Musilindas-Betung masih minor yakni 5,85 persen. Dengan demikian, secara keseluruhan ruas Tol Kayuagung-Palembang-Betung sepanjang 111,6 kilometer baru menunjukkan perkembangan 46,33%.

Ruas tol ini diperkirakan menelan investasi senilai Rp17,35 triliun, dengan rincian ongkos konstruksi Rp9,84 triliun, dan pengadaan lahan Rp450 miliar.

Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung sepanjang 189,2 kilometer. Tol ini ditargetkan bisa dioperasikan akhir 2019.

Pembangunan tol akan meningkatkan konektivitas antara Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan atau Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu masuk Pulau Sumatera dari Pulau Jawa ke wilayah timur Sumatera.

Baca:  Bappeda Sumsel Ajukan 18 Program Ke DPRD Sumsel

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif akan mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri, sehingga akan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Sumatera.

“Saya minta Dirjen Bina Marga (Kementerian PUPR) untuk menghubungkan jalan tol yang dikerjakan oleh badan usaha jalan Tol (BUJT) sampai exit, dilanjutkan menuju kawasan strategis seperti pelabuhan, industri, atau kawasan wisata dengan menggunakan APBN,” kata Basuki beberapa waktu lalu.#osk