Rektor Unitas Palembang: Tiga Tersangka Diksar Bukan Mahasiswa Unitas Palembang

8

Konferensi pers, Senin (4/11), di lantai dua Laboraturium Fakultas Hukum Unitas, Rektor Unitas Palembang Drs Joko Siswanto, Msi bersama Dekan Fakultas Hukum Unitas Palembang Azwar Agus, SH, Mhum menegaskan, tiga tersangka kasus diksar menwa bukanlah mahasiswanya, melainkan mahasiswa dari kampus lain.. 

Palembang, BP–Pasca tewasnya Muhammad Akbar, Mahasiswa Civitas Akademika Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, diduga akibat kekerasan saat mengikuti Pradiksar Resimen Mahasiswa (Menwa) di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada 17 Oktober 2019, pihak Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang mengklarifikasi permasalahan tersebut.
Saat konferensi pers, Senin (4/11), di lantai dua Laboraturium Fakultas Hukum Unitas Palembang, pihak kampus menegaskan, tiga tersangka kasus diksar menwa tersebut bukanlah mahasiswanya, melainkan mahasiswa dari kampus lain.
“Jadi kami sampaikan dan klarifikasi bahwa kami bukan yang menyelenggarakan Pradiksar Menwa karena kami hanya peserta saja,” kata Rektor Unitas Palembang Drs Joko Siswanto, Msi bersama Dekan Fakultas Hukum Unitas Palembang Azwar Agus, SH, Mhum.
Menurutnya, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh salah satu universitas di Palembang, yang kemudian diikuti oleh para mahasiswa lain termasuk dari organisasi Menwa Unitas sebanyak 4 mahasiswa.
“Saya tidak akan menyebut dari Universitas mana yang menyelenggarakan. Tapi kami Unitas hanya ingin agar kejadian ini jangan sampai seolah Unitas memiliki peran kekerasan terhadap Pradiksar Menwa di kegiatan tersebut,” jelasnya
Selain itu, pihak Rektor Unitas memberikan izin dengan empat mahasiswa Unitas, untuk ikut Pradiksar Menwa lantaran seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) pada kegiatan telah memenuhi unsur termasuk unsur keamanan.
“Kita memastikan tiga tersangka yang telah ditetapkan oleh pihak berwajib bukan lah mahasiswa kita, melainkan senior dari Resimen Mahawijaya yang menaungi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Menwa di seluruh kampus Sumsel,” kata Joko.
Pihaknya pun, menyerahkan seluruh kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Sebab, Polres Ogan Ilir telah menetapkan tiga tersangka yang merupakan senior korban.
“LBH dari Unitas akan terus mengawal kasus ini. Karena yang jadi korban adalah mahasiswa kami,” katanya.
“Agar ke depan ada evaluasi, instropeksi dan bila perlu adakan diskusi, seminar tentang peran, fungsi dan SOP Menwa bila perlu diundang dari Kementerian Bidang Mahasiswa, ini sekedar untuk meluruskannya saja, Kami tak kemudian ke depan alergi terhadap Menwa,” jelasnya.
Pihaknya tidak alergi dengan UKM Menwa. Tetap pihaknya mendukung penuh di kampus Unitas. Hanya saja butuh beberapa evaluasi agar kejadian ini tidak terulang.
Sebelumnya polisi akhirnya menetapkan tiga tersangka kasus tewasnya Muhammad Akbar, mahasiswa peserta Pra-Diksar Resimen Mahasiswa (Menwa) di Ogan Ilir (OI).
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli memimpin langsung ungkap kasus Pra-Diksar Menwa berujung maut di Mapolres Ogan Ilir, Minggu (3/11).
Turut hadir Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani, Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi, dan jajaran lain.
Dalam ungkap kasus kali ini polisi menghadirkan tiga panitia Pra-Diksar tersebut yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Penyidik temukan bukti bahwa ada beberapa tersangka, antara lain sementara 3, yaitu R, IS dan KI,” kata Firli.

Ketiga tersangka tersebut merupakan panitia dari kegiatan yang berlangsung di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.
Dimana dalam kejadian yang terjadi pada Kamis (17/10) tersebut, menewaskan korban Muhammad Akbar (19).
Firli menegaskan, penetapan ini didapat dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), keterangan para saksi serta hasil visum dan pemeriksaan korban.

Dari hasil pemeriksaan visum et repertum korban, ada bekas kekerasan benda tumpul yang menyebabkan kematian.

“Sebab kematian adalah adanya kekerasan tumpul sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Nah kalau kita melihat dari kekerasan tumpul berarti ada yang melakukan kekerasan,” katanya sembari menegaskan kasus masih akan terus didalami untuk dikembangkan.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka akan bertambah seiring dengan perkembangan kasus tersebut.
“Tersangka itu yang sudah dilakukan penyidikan, namun masih ada kemungkinan tersangka lain dan ini masih dilakukan pendalaman. Karena hasil pemeriksaan saksi maupun Olah TKP, ada keterlibatan tersangka lain,” katanya.#osk