Polisi Tetapkan 3 Tersangka Tewasnya Mahasiswa Dalam Diksar Menwa

2

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli

Palembang, BP–Polisi akhirnya menetapkan tiga tersangka kasus tewasnya Muhammad Akbar, mahasiswa peserta Pra-Diksar Resimen Mahasiswa (Menwa), di Ogan Ilir (OI).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli memimpin langsung ungkap kasus Pra-Diksar Menwa yang berujung maut di Mapolres Ogan Ilir, Minggu (3/11).

Turut hadir Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani, Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi, dan jajaran lain.

Dalam ungkap kasus kali ini polisi menghadirkan tiga panitia Pra-Diksar tersebut yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Penyidik temukan bukti bahwa ada beberapa tersangka, antara lain sementara 3, yaitu R, IS dan KI,” kata Firli.

Ketiga tersangka tersebut merupakan panitia dari kegiatan yang berlangsung di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.

Baca:  Peluru Nyasar di Razia Eks Lokalisasi, Kapolda Sesalkan BNN Tak Koordinasi

Dalam kejadian yang terjadi pada Kamis (17/10) tersebut, menewaskan korban Muhammad Akbar (19).
Firli menegaskan, penetapan ini didapat dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), keterangan para saksi serta hasil visum dan pemeriksaan korban.

Dari hasil pemeriksaan visum et repertum korban, ada bekas kekerasan benda tumpul yang menyebabkan kematian.

“Sebab kematian adalah adanya kekerasan tumpul sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Nah kalau kita melihat dari kekerasan tumpul berarti ada yang melakukan kekerasan,” katanya sembari menegaskan kasus masih akan terus didalami untuk dikembangkan.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka akan bertambah seiring dengan perkembangan kasus tersebut.
“Tersangka itu yang sudah dilakukan penyidikan, namun masih ada kemungkinan tersangka lain dan ini masih dilakukan pendalaman. Karena hasil pemeriksaan saksi maupun Olah TKP, ada keterlibatan tersangka lain,” katanya.

Baca:  Kapolda Sumsel Pimpin Bakti Sosial di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo Palembang

Ia mengatakan, siapapun yang melakukan kekerasan secara bersama-sama merupakan tindakan pidana. Apalagi, sampai menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Sehingga pasal yang kita kenakan, pertama dikenakan pasal 170 KUHP, dan penganiayaan menyebabkan meninggal dunia yaitu pasal 351 KUHP ayat 3,” katanya.

hadir Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani menambahkan , korban Akbar tewas akibat kekerasan, dugaan itu terlihat dari hasil pemeriksaan jasad korban.

“Seperti adanya resapan darah di dalam dada, adanya bekas resapan darah di kemaluan, kemudian di belakang, perut dan ada di kepala juga ada bekas tanda-tanda kekerasan,” katanya.

Diketahui, Akbar meninggal dunia saat mengikuti Pra-Diksar Menwa di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (17/10) lalu.

Baca:  Kapolda Sumsel Bersama Direktur PTPN VII Gelar MoU Terkait Pengamanan

Setelah beberapa hari sempat dimakamkan, jasad korban kembali divisum untuk memeriksa jasad korban lebih detail.

Hasilnya, didapat tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.
Yakni adanya rembesan darah di dada, kemaluan, perut, di belakang dan kepala korban.

“Korban ini mengalami kekerasan kesakitan yang luar biasa, sehingga ada bintik merah di matanya. Itu menandakan korban menahan sakit yang luar biasa,” katanya.
Pihaknya baru mengamankan barang bukti berupa sepatu, dan baju-baju yang dipakai saat Pra-Diksar tersebut.

“Hasil pertama dilaksanakan visum luar. Karena memang pihak keluarga tidak bersedia. Tetapi setalah dimakamkan korban, karena kasus ini harus ditindaklajuti maka dilakukan otopsi. Dari hasil otopsi ditemukan tanda-tanda kekerasan,” katanya.#osk