Tidak Ada Pungli, ‘Bullying’, dan Mencontek, SMP N 6 Sekayu Diganjar Penghargaan Sekolah Sadar Hukum

3

Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ayub Suratman menyerahkan Penghargaan Sekolah Sadar Hukum kepada SMP Negeri 6 Sekayu yang diterima Kepala Sekolah Muri di LP Kelas I Palembang, Rabu (30/10/2019).

Palembang, BP–Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Sekayu kembali menorehkan prestasi. Kali ini, sekolah yang banyak menelurkan siswa-siswi berpretasi ini diganjar penghargaan Sekolah Sadar Hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM RI Kantor Wilayah Sumatera Selatan.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumsel Ayub Suratman dan diterima oleh Kepala Sekolah SMP N 6 Sekayu Muri di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang, Rabu (30/10/2019).

Baca:  Kemenag Sumsel Terbaik 1 Laporan Keuangan

“Satu bulan yang lalu Tim Kanwil Kemenkumham Wilayah Sumsel datang ke sekolah dan melakukan sosialisasi tentang hukum kepada para siswa kita di kelas, setelah itu penilaian dilakukan. Kita bersyukur, hasilnya SMP N 6 menjadi sekolah sadar hukum,” ujar Muri saat dibincangi usai menerima penghargaan.

Lebih lanjut dia mengatakan, terdapat beberapa kriteria penilaian yang dilakukan Tim Kanwil Kemenkumham Sumsel dalam menetapkan Sekolah Sadar Hukum yakni bebas dari narkotika dan obat-obatan terlarang, tidak ada tawuran antar-pelajar.

Baca:  TMMD Kodim 0418/Palembang meraih Prestasi Nasional

Lalu, tidak adanya pungutan liar atau pungli, tidak adanya perundungan (bullying), ketaatan terhadap peraturan lalu lintas, tingginya kesadaran terhadap kebersihan dan pelestarian lingkungan, dan tidak adanya budaya mencontek. “Sekolah kita memenuhi kriteria penilaian,” kata dia.

Selanjutnya, sambung Muri, pihaknya akan terus berupaya mempertahankan apa yang telah menjadi penilaian dari Kanwil Kemenkumham Sumsel. Hal itu dikarenakan dapat berdampak postif bagi para siswa, baik dalam kehidupan sekolah maupun di luar sekolah.

Baca:  Sumsel Borong 8 Penghargaan Nasional Guru dan Sekolah

“Kita harus pertahankan dan terus tingkatkan, tidak ada nakotika dan obat terlarang, tidak ada pungli, tidak ada bullying di sekolah, tidak ada budaya mencontek, dan lainnya,” tandas dia.#rel/arf