Ratusan Ton Minyak Mentah Ilegal Disita Polda Sumsel

8

Ke-16 tersangka pengangkut minyak mentah ilegal diamankan di Polda Sumsel.

Palembang, BP–Sebanyak 16 orang tersangka pengangkut minyak mentah ilegal diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel. Ke 16 orang ini terdiri dari sopir dan kernet truk yang mengangkut minyak ilegal. Delapan tersangka ditangkap Ditreskrimsus Polda Sumsel, sedangkan delapan orang lainnya dari jajaran Polres di Sumsel.
Dari delapan tersangka yang ditangkap Ditreskrimsus Polda Sumsel polisi mengamankan barang bukti berupa 40.000 liter (40 ton) minyak mentah.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri mengatakan aktivitas pengangkutan minyak mentah yang dilakukan 16 orang tersangka tidak memiliki izin eksploitasi dan aktivitas yang dilakukan pun bisa dikatakan ilegal dan penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian upaya dari memberantas permainan minyak ilegal.
“Pertama kali saya masuk di Polda Sumsel saya perintahkan Ditreskrimsus untuk menyelidiki penyelundupan migas, mulai dari penambangan, eksploitasi dan usaha ilegal.
“Kami sudah melakukan penyelidikan, selama tahun 2019 ada 50 perkara dengan jumlah tersangka 86 orang, 13 perkara sudah lengkap dan berkasnya sudah dikirimkan ke kejaksaan, 37 masih dalam penyelidikan. Terakhir kita tangkap 8 orang beberapa waktu lalu,” kata Firli, Rabu (30/10).
Berdasarkan data Ditreskrimsus di tahun 2019 penyelundupan minyak mentah yang digagalkan ada sebanyak 95 ton, terdiri dari solar sebanyak 96,67 ton, bensin 77, 1 ton, dan minyak tanah sebanyak 66,2 ton.
Minyak ini berhasil diamankan dibeberapa lokasi seperti di lahan warga di wilayah Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba) yang memang terkenal kaya akan minyak bumi.
Dijelaskan Firli, kejahatan minyak dan gas (migas) ada 3 katagori yakni eksploitasi Ilegal Drilling, usaha migas tanpa izin serta pengangkutan migas tanpa izin.
“Untuk sanksi pidananya jelas diatur dalam undang-undang pasal 55 nomor 22 tentang minyak dan gas yang ancaman hukuman 4 tahun dan denda Rp40 miliar. Ini yang kita lakukan karena merugikan negara,”katanya.
Menurut Firli persoalan migas sering terjadi dan penyelidikan nya dilakukan dari hulu dan hilirnya mulai dari pengeboran dan pengangkutan. Usaha minyak ilegal ini biasa dilakukan tanpa izin. Maka dari itu di Muba sudah mulai dilakukan menutup sumur-sumur ilegal.
“Dalam penegakan hukum kami tidak pernah melihat dia bos atau pekerja semua akan di proses. Kita tidak ingin berandai-andai, unsurnya barang siapa yang melakukan perbuatan baik sengaja ataupun lalai,” jelas calon ketua KPK terpilih tersebut.
Sementara itu, menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain mengatakan di Muba banyak warga yang mengelola sumur minyak secara ilegal mulai dari perorangan atau pun perusahaan ilegal.
Menurut Zulkarnain untuk mengelola air minyak dan gas harus ada izin nya khusus untuk pengelolaan sumur minyak di Muba ilegal lantaran dalam undang-undang sudah diaturm
“Di Muba banyak aktivitas warga melakukan pengeboran minyak secara ilegal. Mereka ada yang membeli sumur-sumur dan lahan yang ada minyak nya. Lalu mereka lakukan pengeboran dengan kedalaman mencapai 30 sampai 40 meter saja, minyak sudah di dapat sama seperti bikin sumur,” katanya.
Dikatakan Zulkarnain, di Muba untuk diwiilayah Babat Toman merupakan wilayah yang kaya akan minyak bumi, dan tersebar dibeberapa kecamatan. Bahkan banyak pendatang yang mengelola dan menyuling minyak disana.
“Minyak hasil pengeboran mereka angkut lalu dijual ke Lampung dan Banten. Harga yang mereka jual di bawah harga pasar. Mereka jual masih mentah. Jadi kualitas minyak nya tidak bagus berbahaya kalau dipake oleh warga karena oktannya rendah,” katanya.
Untuk menghentikan aktivitas peredaran minyak ilegal perlu dilakukan kerja sama antar stakeholder agar bisa dihentikan. Di wilayah Babat Toman menurutnya sudah sering dilakukan penutupan berkali-kali.
“Dalam kasus Migas ini ada niaga, ada eksplorasi, ini masing-masing berdiri sendiri. Namun yang 16 orang diamankan di niaga karena pengelolaan tanpa izin, minyak tersebut akan kita rampas untuk negara. Sebenarnya untuk tanah itu perlu dikaji lebih lanjut,” katanya.
Roy Mondo (24) salah satu pelaku yang diamankan satu minggu lalu mengatakan dirinya diamankan baru selesai mengambil minyak di Desa Keluang ,Kabupaten Muba.
Minyak mentah yang ambilnya sebanyak 11 ton , dan rencannaya akan dibawa ke Palembang kawasan Keramasan.
“Saya cuma kenek truk kami ditangkap di kawasan tanah mas satu Minggu lalu sekitar pukul 23.00 . Satu kali mengangkut saya diubah Rp400 ribu,” ujarnya.
Hal sama diungkapkan Mawardi (35), supir truk ini mengaku dirinya hanya disuruh untuk mengangkut minyak oleh bosnya. Namun dirinya tidak mengetahui akan dibawa ke mana minyak tersebut.
“Selain mengangkut minyak saya juga mengangkut karet. Tergantung bos yang minta. Upah sekali antar satu juta bagi dua dengan kenek. Kalau kami saja yang ditangkap, barang itu tetap akan jalan,” katanya.#osk