Gubernur Sumsel dan Banyak Kepala Dinas Tidak Hadir, Ketua DPRD Sumsel Marah

4

BP/IST Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP–Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati marah, saat hendak dibukanya Rapat paripurna ke IV dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan dan penelitian Pansus tata tertib, kode etik, tata beracara serta rencana kerja DPRD Sumsel, di ruang paripurna DPRD Sumsel, Selasa (29/10).
Kemarahan Anita ini, karena berdasarkan absensi kehadiran, jumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau kepala Dinas dilingkungan Pemprov Sumsel yang hadir sangat minim , selain itu Gubernur Sumsel H Herman Deru juga ikut tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut.
“Coba pak Sekwan sampaikan OPD yang hadir dalam paripurna hari ini,” kata RA Anita yang memimpin sidang dengan nada tinggi.
Wanita pertama yang memimpin lembaga legislatif tingkat provinsi Sumsel itu semakin kecewa, setelah Sekwan menyampaikan banyaknya kepala dinas termasuk Gubernur Sumsel H Herman Deru yang tidak hadir, meski pihaknya sudah menyampaikan undangan secara resmi dan ternyata hanya diwakilkan Asisten I Pemprov Sumsel Ahmad Najib.
“Ternyata, kehadiran pimpinan atau perwakilan OPD hanya beberapa persen. Kami jelaskan, ini paripurna musyawarah tertinggi, meski agendanya pembentukan AKD dan penyampaian laporan dari pansus- pansu, OPD yang ada tetap perlu dihadiri, dan meski ini internal tapi penting. Jadi izinkan nanti kedepan jangan terulang kembali, dan kedepan untuk disampaikan ke pak Gubernur untuk dihadiri,” kata Anita dengan nada tinggi.
Ketidak hadiran Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam rapat paripurna tersebut juga sempat di permasalahan sejumlah anggota DPRD Sumsel yang sempat melakukan intrupsi, seperti anggota fraksi Golkar Nadia Basyir yang mempertanyakan ketidakhadiran Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel di paripurna.
“Kita mempertanyakan ketidak hadiran gubernur disini, dan tidak ada kejelasan hanya lisan dengan mengutus asisten,” kata Nadia.
Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban sendiri, menyampaikan rekap absensi yang telah disediakan. Dimana dari 75 wakil rakyat, terdapat 67 orang yang hadir, tidak hadir karena izin 1 orang dan 7 orang tidak ada kejelasan.
Sementara beberapa kepala dinas seperti PU BM, PU SDA, BPKAD, Kaban Penghubung, BNN serta dinas lainnya tidak hadir, dari absensi yang ada.#osk

Baca:  Komisi I DPRD Sumsel Berharap Muaraenim dan OKU Segera Memiliki Bupati Definitif