Puji Budaya Indonesia, Dua Guru Korea Ajak Siswa SMPN 1 Kejar Mimpi dan Cita-cita

13

Dua guru asal Korea Yun Minji dan Yun Yhang mengenakan pakaian Korea berbaur dengan siswa yang memakai pakaian nusantara di Karnaval Sumpah Pemuda 2019).

Palembang, BP–Dua guru asal Korea peserta Program Pertukaran Guru Indonesia-Korea yakni Yun Minji dan Yun Yhang memuji budaya Indonesia yang ramah dan penuh sopan santun.

Menurutnya, selama ia mengajar di SMP Negeri 1 Palembang, para siswa menunjukkan pribadi menghormati para guru dan penuh kesantunan.

“Kami sangat bangga bisa ke Indonesia, terutama ke Palembang. Budaya Indonesia yang ramah dan sopan santun,” ujar Yun Minji saat dibincangi di sela-sela kegiatan Karnaval dan Pentas Seni memperingati Hari Sumpah Pemuda 2019 di SMP Negeri 1 Palembang, Senin (28/10).

Turut hadir Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Kabid SMP Dinas Pendidikan Herman Wijaya, orangtua wali murid dan diikuti 576 siswa SMP Negeri 1 Palembang yang mengenakan pakaian khas nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Dua guru Korea yang mengajar sejak Agustus hingga Oktober di SMP Negeri 1 Palembang tersebut menitipkan pesan kepada para pelajar untuk tak takut mengejar mimpi dan cita-cita. Apalagi di usia yang masih pelajar tidak ada alasan takut bermimpi.

“Jadi untuk anak-anak, generasi muda teruslah belajar, berkarya dan belajarlah kemana pun untuk mengapai cita-cita agar membanggakan orangtua dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu dikatakan Kepala SMP Negeri 1 Palembang Devi Emilya, MPd bahwa dua guru asal Korea tersebut telah memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak SMP Negeri 1 Palembang.

“Dan pada Kegiatan Karnaval ini mereka mengenakan pakaian Korea. Begitu juga dengan ratusan anak-anak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonedia, mulai adat Palembang, Bali, Jawa, Sulawesi, Padang, dan semua siswa wajib ikut karena ini masuk kegiatan tahunan,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan karnaval yang juga diikuti guru asal Korea ini bukan hanya euforia saja tapi juga mengajarkan siswa tentang keanekaragaman yang ada di Indonesia.

“Dan yang terpenting dibalik keanekaragaman ini tapi mereka tetap saling menghormati dan menghargai karena berbeda-beda tetap satu juga. Dan NKRI adalah harga mati,” pungkasnya. #sug