Mang Jay Ciptakan Lagu Palembang Untuk Pengusaha Sukses Haji Halim

74

BP/IST Kiagus Zainuddin yang biasa dipanggil Mang Jay

Palembang, BP–Setelah sebelumnya banyak menciptakan lagu-lagu Palembang, kali ini Kiagus Zainuddin yang biasa dipanggil Mang Jay kembali menciptakan lagu Palembang tentang sosok Kms (Kemas) H Abdul Halim Ali atau H Halim sudah banyak dikenal masyarakat Sumsel khususnya Kota Palembang. H Halim yang kini sudah berusia 81 tersebut merupakan pengusaha kota Palembang yang sukses dan sangat peduli dengan perkembangan kota Palembang dan sangat demawan, sangat agamis serta dikenal rendah hati.
“Jadi Kemas Haji Halim yang biasa disebut orang, kadang ada yang manggil mang haji Halim , nama lengkap beliau ini Kemas Haji Halim Ali, jadi saya kagum dengan kedermawanan beliau sebagai orang berduit, orang yang mampu, beliau peduli dengan sesama , dengan anak yatim disantuni, fakir miskin dibantunya, majelis taklim ditegakkannya , memang dia suport, beliau ada salah satu gedung di sebelah rumah beliau, itu dijadikan majelis taklim, untuk hal-hal yang kira-kira majelis boleh digunakan,” kata Mang Jay, Jumat (25/10).
Dengan alasan-alasan tersebut dirinya menciptakan lagu buat Kms Haji Halim Ali, jadi kedermawanan beliau terkenal ibaratnya sampai ke negeri cina sana, walaupun dia orang berduit tapi tidak angkuh, tidak sombong,
“Para pejabat juga ada hubungan baik dengan beliau ini (H Halim), sering berkunjung ke rumah beliau baik dari Prabowo, Jokowi, dari gubernur-gubernur kita ini, Kapolri dari seluruh pejabat, beliau ada hubungan baik dan semua golongan dan kalangan di gauli oleh beliau,” katanya.
Lagu tersebut menurutnya diciptakan tanggal 23 Oktober malam atau habis magrib dengan menggunakan bahasa Palembang.
“Lagu ini tercipta secara tiba-tiba, aku teringat dengan beliau ,” katanya,
Bersamaan dengan menciptakan lagu ini Kemas Haji Halim Ali, dirinya juga menciptakan lagu berjudul “Nah Apo Dak Ujiku” menggunakan bahasa Palembang.
“Lagu ini aku ciptakan untuk orang-orang kita jangan sampai walaupun beda pilihan politik tapi jangan sesama kita berkelahi dan ribut, kita sama kita mau ribut jangan , jadi intinya orang diatas akur-akur dan kita dibawah tidak saling tegur, makanya ibaratnya jangan berbuat sesuatu yang bodoh, karena itu dirinya ciptakan lagu ini “ Apo Dak Ujiku” judulnya,” katanya.
Lagu ini juga menurutnya bercerita tentang demokrasi, walaupun beda pilihan politik tapi intinya sesama kita harus damai dan akur dan jangan berbuat onar.
“Harapannya kalau lagu Kemas H Halim Ali tadi kita ciptakan, harapannya bisa menjadi pedoman untuk semua masyarakat,jadikan Kemas H Halim Ali contoh, dan lagu kedua sama saja, ingin memberitahu kepada masyarakat bahwa intinya jangan ribut oleh karena beda pilihan politik,“ katanya. #osk