Karhutla Terus Berlangsung di Muaraenim, Sekda Geram Dengan Perusahaan yang Sulit Diajak Koordinasi

4

Satgas darat karhutla terus melakukan upaya pencegahan pembakaran lahan oleh warga dan perusahaan.

Muaraenim, BP-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Muaraenim masih berlangsung. Kondisi itu membuat kabut asap terjadi di mana-mana di wilayah Muaraenim.

            Kebakaran lahan tersebut terjadi di kawasan Tran Sosial, Desa Karang Raja, Kecamatan Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim. Sedikitnya 20 hektar lahan semak belukar ludes terbakar.

Kebakaran itu diketahui mulai Rabu (23/10) sekitar pukul 12.00 siang. Hingga berita ini dibuat, kebakaran masih berlangsung.

Upaya pemadaman dari instansi terkait terkesan tidak ada sama sekali. Sehingga api terus menyebar hingga membakar kebun sawit milik masyarakat.

Baca:  Pemprov Terima 11 Unit Kendaraan Operasional Karhutla

“Api sudah masuk ke kebunku, sebanyak dua baris pohon kelapa sawitku telah terbakar, karena api tidak bisa kami blokir lagi,” jelas Pakde, salah seorang petani, Kamis (24/10).

            Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin, MSi, yang telah diberitahu soal kebakaran tersebut, mengaku sudah menyampaikannya kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti.

           Sebelumnya Sekda mengaku geram dengan sikap sejumlah perusahaan perkebunan di Kabupaten Muaraenim. Karena  perusahaan tersebut terkesan cuek akan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi dan pusat.

Baca:  Mencegah Karhutlah Dengan Tradisi Kekas

                    “Banyak orang perusahaan terkesan acuh, diajak koordinasi sulit, bahkan ditelepon tidak diangkat, ada yang sengaja ganti nomor,” kata Sekda di sela kegiatan penandatanganan kerja sama Pemkab Muaraenim dengan perusahaan di gedung Bappeda Muaraenim, Rabu (16/10).

                 Sekda mengetahui sulitnya koordinasi dengan pihak perusahaan terkait penanganan karhutlah karena banyaknya laporan stakeholder terkait. “Pak Dandim nelpon orang perusahaan tidak diangkat, nomor tidak aktif, ada ganti nomor, tidak perlu sampai demikianlah,”ucapnya

                Dengan sikap demikian pihak perusahaan, Sekda pun meragukan keseriusan pihak perusahaan untuk diajak bekerja sama mengatasi karhutla di wilayah Kabupaten Muaraenim. “Jangan sampai kita terlambat, seperti di Kabupaten Muba dan OKI sudah luas menyebar, Muaraenim mudah-mudahan terhindar dan terantisipasi,” paparnya.#nur