Asap Makin Pekat, Sekolah di Sumsel Mundurkan Jam Belajar Mengajar

3

Suasana pagi kota Palembang masih diliputi kabut asap.

Palembang, BP–Belum hilangnya kabut asap yang menyelimuti kota Palembang membuat Dinas Pendidikan kembali mengeluarkan surat edaran. Isinya ialah meminta kepada kepala sekolah di jenjang TK, SD dan SMP, untuk memundurkan ja–Belum hilangnya kabut asap yang menyelimuti kota Palembang membuat Dinas Pendidikan kembali mengeluarkan surat edaran. Isinya meminta kepala sekolah di jenjang TK, SD dan SMP, untuk memundurkan jam belajar mengajat.

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Sumsel, Widodo mengaku telah mengeluarkan surat edaran yang diterbitkan tanggal 10 September 2019 bersifat situasional atau menyesuaikan dengan perkembangan di lapangan.
“Apabila situasi berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan atau Dinas Kesehatan dan atau BMKG menyatakan “Tidak Sehat” maka Kepala SMA/SMK segera menyesuaikan jam belajar sebagaimana isi edaran dimaksud dan sebaliknya, begitu seterusnya,”kata Widodo, Jumat (25/10).
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang, Ahmad Zulinto, Jum’at (25/10) mengatakan, sedianya, jam belajar siswa berlangsung mulai pukul 07.00. Namun karena kondisi udara yang tidak sehat, Dinas Pendidikan menginstruksikan agar kegiatan belajar mengajar baru dimulai pukul 08.00. Surat edaran ini tidak hanya berlaku untuk sekolah negeri, namun juga swasta.
“Sehubungan kondisi udara di Palembang masih sangat berbahaya bagi kesehatan, maka dengan ini kegiatan belajar mengajar bagi siswa, tenaga pendidik dan kependidikan dari tingkat TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta dimulai pukul 08.00 ,” katanya.
Berhubung jam belajar pagi diundur, terang Zulinto, maka untuk siswa sekolah siang agar dapat menyesuaikan edaran tersebut. Di mana aturan ini sudah berlaku sejak kemarin sampai adanya pengumuman selanjutnya.
“Untuk penyesuaian, jadi nanti setiap pelajaran itu dikurang 10 menit,” kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Palembang, Herman Wijaya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh siswa dan guru untuk mengunakan masker saat kegiatan belajar mengajar meskipun berada di dalam ruangan. Hal ini untuk mencegah terpapar dari dampak buruk kabut asap.
Dia juga meminta kepada orangtua murid menyediakan masker untuk anaknya saat beraktivitas di luar rumah dan menerapkan pola hidup sehat.
“Kegiatan di luar kelas, termasuk olahraga, ekstakulikuler dan lainnya, jangan diadakan dulu sebelum udara benar-benar sehat. Untuk Kesehatan anak-anak harus banyak minum air putih,” katanya.#osk

Baca:  Sejuta Fatihah dan Shalawat Cegah Karhutla