Disbud Palembang Sosialisasikan ‘Museum Masuk Sekolah’ di Tiga Sekolah di Plaju

43

BP/DUDY OSKANDAR Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Palembang menggelar kegiatan bertajuk ‘Museum Masuk Sekolah’ di MI Intibahul Islamiyah, satu dari tiga sekolah yang dikunjungi di Jalan Kapten Robani Kadir, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang, Kamis (24/10).
Di SD Negeri 235 Palembang

Palembang, BP–Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Palembang menggelar kegiatan bertajuk ‘Museum Masuk Sekolah’ dengan mendatangi tiga sekolah yang berada di Jalan Kapten Robani Kadir, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang, Kamis (24/10).
Tiga sekolah yang disambangi oleh tim dari Dinas Kebudayaan kota Palembang terdiri dari Nyimas Ulfah selaku Kepala Seksi (Kasi) Permuseuman dan Bangunan Bersejarah Dinas Kebudayaan kota Palembang, Kasi Registrasi Cagar Budaya, Dinas kebudayaan kota Palembang, H Rizal, SH, dan Kasi Pelestarian Cagar Budaya Dinas Kebudayaan kota Palembang, Ghazali, SH, Cek Ayu, Tiara Dan Cek Bagus, Zaki, adalah SDN 235, SDN 234, dan MI Intibahul Islamiyah, Palembang.

Di SD Negeri 234 Palembang.

Kedatangan tim dari Disbud kota Palembang di sambut hangat oleh kepala sekolah , guru dan para siswa, dengan metode tatap muka dan dialog dengan dipandu Cek Ayu, Tiara Dan Cek Bagus, Zaki, para siswa antusias menjawab semua pertanyaan dari Cek Ayu, Tiara Dan Cek Bagus, Zaki berkaitan dengan Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dan koleksinya, tiap siswa yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar maka di ganjar hadiah dari Cek Ayu, Tiara Dan Cek Bagus, Zaki.
Nyimas Ulfah selaku Kepala Seksi (Kasi) Permuseuman dan Bangunan Bersejarah Dinas Kebudayaan kota Palembang mengatakan, kalau pihaknya kini memiliki program publik untuk mengenalkan museum SMB II Palembang kepada anak anak dalam program publik bernama Museum Masuk Sekolah.
Program tersebut ditujukan terutama kepada anak-anak yang jauh lokasinya dari museum SMB II Palembang agar mereka punya pengetahuan yang sama mengenai museum.
“Kami ingin merangkul sebanyak-banyaknya anak-anak yang ada di kota Palembang untuk lebih mengenal sejarah, makanya kami langsung terjun ke lapangan ,dan ini merupakan hasil evaluasi dari museum keliling kemarin, ternyata orang Palembang sendiri banyak tidak tahu ada museum SMB II Palembang, padahal Museum SMB II adalah museum satu-satunya milik pemerintah kota Palembang,” katanya.
Karena itu pihaknya meminta waktu kepada pihak sekolah agar mereka bisa melakukan sosialisasi kegiatan bertajuk “Museum Masuk Sekolah”.
Selain itu kebetulan tahun depan pihaknya akan memiliki program ‘Belajar Bersama Anak-Anak’ di Museum SMB II Palembang yang kapasitasnya 20 sampai 30 orang anak, itu pihaknya fasilitasi anak-anak untuk belajar bersama di museum SMB II Palembang.
Kepala Sekolah SDN 234 Palembang Syamsiah SPd mengapresiasi kegiatan bertajuk Museum Masuk Sekolah.
“Sudah bagus, dengan begini anak-anak lebih mengenal tentang museum, kata orang tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, jadi anak-anak mengenal namanya museum itu apa, tahu dari buku,“ katanya.
Namun terpenting menurutnya bagaimana anak-anak ini bisa berkunjung langsung ke Museum SMB II Palembang dengan dijadwalkan langsung kunjungan tersebut.
Hal senada dikemukakan Kepala Sekolah MI Intibahul Islamiya, Palembang M Yusman Yusuf, SPd mendukung program Museum Masuk Sekolah yang dilakukan pihak Dinas Kebudayaan Kota Palembang.
“Dengan demikian kami sangat setuju, karena kemarin itu terbentur dengan cuaca gelap dan kalau kesana itu otomatis tidak bisa satu kelas, jadi saya berkeinginan untuk pas untuk ke bawa ke Museum SMB II Palembang tapi untuk situasi seperti ini kami atur dulu,” katanya.#osk