Dalam Menulis Harus Dibiasakan TANDUR

15

Para peserta mengikuti dengan antusias penyampaian materi oleh narasumber Tito Nurdiyanto dalam Seminar Kepenulisan untuk Siswa dan Guru di SMP Negeri 5 Bayung Lencir. Foto: Ist

Bayung Lencir, BP–OSIS SMP Negeri 5 Bayung Lencir mengadakan Seminar Kepenulisan untuk Siswa dan Guru yang mengambil tema ‘Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian’. Kegiatan ini diadakan pada Selasa (15/10/2019) dan berkelanjutan pada Rabu hari berikutnya.

Seminar kepenulisan kali ini mendatangkan Tito Nurdiyanto, S.Pd.Gr., Pendiri GGMB (Gerakan Guru Menulis Buku) dan juga penulis Buku ‘Trigonometri’ dan ‘Ritus Cinta yang Berserak’. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dan dewan guru di SMP Negeri 5 Bayung Lencir.

Menurut Sapran, S.Pd.I., Kepala SMP Negeri 5 Bayung Lencir, ini pertama kali kegiatan kepenulisan diadakan langsung di sekolah. “Adanya kegiatan kreatif seperti ini diharapkan selalu mendapatkan dukungan penuh. Siswa memang harus selalu dituntun dan dibimbing berpikir kreatif dan berpikir cerdas untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. Terlebih tuntutan kurikulum yang terpenting membentuk generasi yang berkarakter,” ujarnya.

Siswa-siswi dan dewan guru SMP Negeri 5 Bayung Lencir foto bersama narasumber Tito Nurdiyanto di akhir seminar. Foto: Ist

Siti Inawati, S.Pd, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 5 Bayung Lencir sekaligus penggagas kegiatan ini, menambahkan, sasaran utama dari kegiatan ini pastinya seluruh siswa dan guru di lingkungan SMP Negeri 5 Bayung lencir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kreativitas menulis siswa dan guru. Diharapkan dapat mengembangkan bakat yang dimiliki anak-anak.

Dalam kegiatan ini, Tito Nurdiyanto selaku narasumber menyampaikan berbagai pengalaman yang sudah dilewatinya hingga sampai menyukai dunia menulis. Tak lupa pula Tito menceritakan berbagai pengalaman menulis buku tunggal, menjadi penggagas berbagai buku antologi, membuat tulisan ilmiah ketika kuliah maupun telah lulus kuliah, menulis artikel opini di media cetak dan online, menjadi editor buku dan juri menulis, hingga bagaimana mengaktifkan majalah dinding yang menjadi sarana untuk menuangkan berbagai tulisan.

Tito juga menceritakan latar belakang berdirinya Gerakan Guru Menulis Buku (GGMB) yang dibentuk bersama sahabat-sahabatnya dan bagaimana menghidupkan GGMB dengan berbagai partnership yang ada. Tito menutup paparannya dengan kegiatan games dan uji kemampuan.

Yang paling diingat peserta kegiatan adalah penyampaian oleh narasumber tentang TANDUR (Rojaki, 2018). Dalam menulis harus dibiasakan TANDUR, yang terdiri atas Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Guru harus menjadi pembimbing sekaligus teladan untuk meningkatkan minat dan kreativitas siswa.

Salah satu siswa kelas IX, Riska, menyampaikan ada kepuasan tersendiri ketika mengikuti kegiatan ini. Dia menyampaikan rasa percaya diri lebih tinggi setelah mengikuti kegiatan ini. Di akhir kegiatan, Riska juga mendapat buku gratis ‘Ritus Cinta yang Berserak’ dari penulisnya langsung.

Pihak sekolah akan terus memfasilitasi karya-karya siswa melalui majalah dinding, mengirim karya ke media, dll. Kegiatan-kegiatan ini harus terus berkelanjutan dan kemampuan-kreativitas siswa dalam dunia kepenulisan harus terus berkembang.#rel