Replik Penggugat Tetap Pada Gugatan

2

Suasana sidang gugatan perbuatan melawan hukum oleh penguasa di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (23/10).

Palembang, BP–Sidang gugatan perbuatan melawan hukum oleh penguasa dengan nomor 162/Pdt.G/2019/PN Plg tertanggal 14 Agustus 2019 yang diajukan PT Jurnal Sumatera Teras Jaya Media diwakili Adriyaneka Aviv Bassar yang dikuasakan kepada kuasa hukumnya, M Edy Siswanto, SH dan Iir Sugiarto, SH, dengan tergugat I Gubernur Provinsi Sumatera Selatan dan tergugat II yaitu Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Sumsel Drs Iwan Gunawan Syaputra, Msi di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (23/10), masuk tahap pembacaan replik dari pihak penggugat.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Bongbongan Silaban, SH, LLM dan dihadiri kuasa hukum penggugat Iir Sugiarto, SH dan kuasa hukum tergugat Fadli, SH.
Salinan replik dari pihak penggugat juga diterima majelis hakim dan pihak tergugat, replik tidak dibacakan pihak penggugat dan dianggap sudah dibacakan di muka persidangan.

Pihak tergugat tidak menanggapi replik pihak penggugat dan meminta waktu untuk menanggapi replik penggugat dan persidangan dilanjutkan Rabu (30/10).
Kuasa hukum penggugat Iir Sugiarto, SH usai persidangan mengatakan, kalau isi replik yang diajukan pihaknya tetap pada isi gugatan mereka sebelumnya.

“Perbuatan tergugat merupakan perbuatan melawan hukum yang bertentangan dengan undang-undang pers, karena dalam undang-undang pers itu tidak mengatur mengenai somasi, adapun yang atur di pasal 1 undang-undang pers itu adalah adalah hak jawab dan hak koreksi, nah dengan mereka mengajukan somasi itu itu bentuk kesewenang-wenangan terhadap undang-undang pers, bukan somasinya yang kita anggap melawan hukumnya tapi tergugat mengirimkan somasi kepada penggugat tanpa melihat dulu undang-undang pers,” katanya.

Sebelumnya dalam gugatannya, penggugat menjelaskan dimana tanggal 23 Mei 2019 tergugat II dalam jabatannya mengirimkan somasi kepada penggugat perihal pemberitaan yang telah di muat penggugat di media online Jurnalsumatera com tanggal 18 Mei 2019 dengan judul ‘Gubernur Sumsel Dukung Kenaikan PBB Palembang’.
Bahwa somasi yang dikirim ke penggugat berisi pernyataan keberatan tentang pemberitaan tersebut dan meminta penggugat untuk meralat berita tersebut, apabila tidak meralat dalam jangka waktu 7 hari setelah somasi diterima penggugat maka akan ditempuh jalur hukum.

Lalu tanggal 27 Mei 2019 Penggugat mengirimkan surat berisi apa yang dikatakan Gubernur benar dan sesuai fakta, namun tergugat II tidak merespon surat penggugat, dan akhirnya penggugat mensomasi tergugat I tanggal 14 Juni 2019 untuk menyatakan agar tergugat melakukan permohonan maaf kepada penggugat secara tertulis melalui surat kabar harian Kompas, Harian Lokal dan media online selama 7 hari berturut-turut namun tidak ada respon tergugat I
“Empat kali mediasi gagal karena tergugat tadinya mau membuat proposal damai di mana kami sebelumnya sudah membuat proposal damai tapi saat mediasi keempat mereka tidak mau berdamai, sehingga persidangan dilanjutkan ke pembacaan gugatan hari ini,“ kata kuasa hukum penggugat M Edy Siswanto, SH dan Iir Sugiarto, SH usai persidangan sebelumnya.#osk