Usai Panen Padi Tanam Semangka Jadi Indeks Pertanaman  300

51

Agus memperlihatkan buah semangka yang ditanam di areal sawah tadah hujannya. BP/NURUL HUDI

Muaraenim, BPJika ada kemauan di situ pasti ada jalan. Mungkin pepatah inilah yang diterapkan Agus, Ketua Kelompok Tani Harapan Bintang, Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim.

            Dengan tekad yang bulat, dia memanfaatkan lahan pertanian sawah tadah hujan lecah paye miliknya, bercocok tanam semangka. Lahan pertanian yang ditanaminya semangka tersebut, baru saja usai panen padi sawah tadah hujan IP 200. Panen raya padi Indeks Pertanaman (IP)  200 itu dilakukan Bupati Muaraenim Ir H Ahmad Yani, MM beberapa waktu lalu.

“Sudah puluhan tahun masyarakat bertani di lahan lecah paye ini, baru kali ini saya mencoba menanam pohon semangka setelah pelaksanaan panen. Alhamdulillah ternyata hasilnya cukup lumayan,” jelas Agus yang dijumpai di lokasi kebun semangkanya, Rabu (22/10).

Baca:  Harga Buncis Tembus Rp15.000 Per Kg

Menurutnya, awal mula mau bertanam semangka, dia sempat dicemooh oleh beberapa petani yang pesimis akan berhasil jika menanam semangka. “Waktu pertama kali saya menanam semangka, sempat dicemooh oleh beberapa teman petani. Sudahlah idak akan berhasil menanam semangko,” ujar Agus menirukan perkataan petani yang mencemooh tersebut.

Dijelaskannya, luas lahan sawah yang ditanaminya semangka sekitar 1 hektar. Dia menggunakan modal pribadi untuk membiayai menanam semangka tersebut.

Baca:  Limbah Cair PT BA Sesuai Standar

“Aku menanam semangka ini tujuannya untuk memotifasi petani lainnya, agar lahan pertanian yang telah selesai panen, dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman lainnya, apakah semangka maupun jagung dan kacang kedelai,” tegasnya.

Dengan menanam semangka ini, lanjutnya, maka dia sudah menjadikan lahannya menjadi IP 300 dalam satu tahun. Karena lahan tersebut dua kali telah ditanami padi dan satu kali ditanam semangka.

Baca:  Sehari Dua Rumah Terbakar

Semangka yang ditanamnya selama mamasuki musim kemarau dan berumur 60 hari sudah bisa dipanen. “Semangka yang saya tanam, boleh dikatakan perawatannya kurang maksimal, tetapi hasilnya sudah lumayan, jika perawatannya cukup maksimal, saya yakin hasilnya akan lebih besar lagi,” terangnya.

               Usai menanam semangka, rencananya dia akan memanfaatkan lahan tersebut dengan menanam  jagung sebelum memasuki musim tanam mendatang. Sehingga lahan tersebut tidak pernah kosong dari tanaman dalam satu tahun musim tanam.#nur